Kualitas Udara Medan Tidak Sehat, Dinkes Imbau Warga Pakai Masker dan Kurangi Aktivitas di Luar
MEDAN Dinas Kesehatan Kota Medan mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah menyusul kualitas udara yang ma
PERISTIWA
JAKARTA – Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah mengingatkan agar dinamika yang berkembang antara Polri, Kejaksaan Agung (Kejagung), dan TNI tidak dibiarkan berlarut-larut.
Menurut dia, setiap gesekan antarlembaga negara justru berpotensi memberikan keuntungan bagi pihak-pihak yang ingin menghindari proses hukum, terutama pelaku korupsi.
Amir menilai Polri, Kejagung, dan TNI merupakan tiga institusi strategis yang memiliki peran berbeda, namun saling melengkapi dalam menjaga keamanan nasional, penegakan hukum, dan stabilitas negara.Baca Juga:
"Institusi negara jangan mau dibenturkan dan diadu domba. Yang harus menjadi musuh bersama adalah korupsi, bukan sesama aparat negara," ujar Amir, Minggu (12/7/2026).
Menurut Amir, dalam perspektif intelijen, setiap dinamika yang terjadi antarlembaga tidak cukup dipandang sebagai persoalan hukum semata atau perbedaan kewenangan.
Situasi tersebut, kata dia, harus dilihat secara lebih luas karena dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu.
Ia menilai konflik yang terus menjadi perhatian publik berpotensi mengalihkan fokus aparat dari upaya pemberantasan tindak pidana korupsi.
"Semakin besar energi aparat tersita untuk konflik internal, semakin besar ruang bagi para koruptor untuk menyusun strategi perlindungan," katanya.
Amir mengatakan masyarakat saat ini lebih membutuhkan kepastian hukum dibandingkan menyaksikan polemik antarlembaga yang berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Karena itu, ia berharap setiap persoalan dapat diselesaikan melalui mekanisme konstitusional dengan mengedepankan komunikasi dan koordinasi antarpimpinan lembaga.
Menurutnya, isu yang berkembang di media sosial maupun ruang publik juga perlu disikapi secara bijak agar tidak memperbesar ketegangan.
"Masyarakat perlu membedakan antara proses hukum yang sedang berjalan dengan narasi yang berpotensi memecah hubungan antarlembaga," ujarnya.
Amir menegaskan soliditas antarlembaga menjadi faktor penting dalam menjaga efektivitas penegakan hukum.
"Negara membutuhkan soliditas. Jangan sampai ada pihak yang sengaja memanfaatkan situasi untuk membangun persepsi bahwa aparat negara sedang saling bermusuhan. Kalau itu terjadi, yang tersenyum justru para koruptor," tegasnya.
Di akhir keterangannya, Amir berharap seluruh pimpinan institusi negara tetap mengedepankan komunikasi, koordinasi, serta penghormatan terhadap proses hukum yang berlaku.
Menurut dia, setiap perkara harus ditangani secara profesional tanpa memunculkan konflik yang berkepanjangan di ruang publik.
"Jangan memberikan ruang sedikit pun kepada para koruptor untuk memanfaatkan perbedaan antarlembaga sebagai celah menghindari pertanggungjawaban hukum," tutup Amir.* (vo/ad)
MEDAN Dinas Kesehatan Kota Medan mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah menyusul kualitas udara yang ma
PERISTIWA
JAKARTA Penilaian masyarakat terhadap arah perjalanan bangsa Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengalami penuru
NASIONAL
BINJAI Aksi demonstrasi yang menuntut perbaikan jalan rusak dan sejumlah persoalan lainnya di Kantor Wali Kota Binjai, Sumatera Utara, b
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam peredaran vape yang mengandung etom
HUKUM DAN KRIMINAL
BATUBARA Pesepak bola muda asal Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Fadilla, turut mengantarkan Timnas Putri Indonesia U17 lolos ke pu
OLAHRAGA
MEDAN Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi A DPRD Sumatera Utara terkait kematian Winda Lorenza Gowasa, mantan istri Brigadir I, terpaksa
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Direktur Utama PT Danrus Utama Engineering, Averias Sarumaha, divonis lepas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Medan dalam perka
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Anggota DPRD Sumatera Utara, Dhody Thahir, keluar dari tahanan Polda Sumatera Utara setelah Pengadilan Negeri (PN) Medan menyataka
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian menegaskan pentingnya koordinasi lintas instansi untuk menyelesaikan persoalan pertanahan
PEMERINTAHAN
ASAHAN Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Asahan menyoroti pentingnya ketertiban administrasi dan
PEMERINTAHAN