BREAKING NEWS
Kamis, 16 Juli 2026

Miris! Gadis 15 Tahun Jadi Korban Cabul Ayah Kandung , Terungkap Usai Berani Cerita ke Warga

Muhammad Taufik - Kamis, 16 Juli 2026 21:04 WIB
Miris! Gadis 15 Tahun Jadi Korban Cabul Ayah Kandung , Terungkap Usai Berani Cerita ke Warga
pelaku yang berinisial AR, berusia 45 tahun, telah melakukan perbuatan bejat itu sejak Bunga masih duduk di bangku Sekolah Dasar tepatnya kelas 1 hingga tamat kelas 6 SD. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BATU BARA, 16 Juli 2026 – Kisah yang sangat menyayat hati sekaligus memicu kemarahan warga terungkap pada dini hari, Kamis (16/7/2026). Seorang gadis berusia 15 tahun yang untuk melindungi identitasnya kita panggil Bunga, diduga telah lama menjadi korban tindakan pencabulan yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri di desa dahari selebar dusun landas kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara Sumatra Utara.

Selama bertahun-tahun Bunga harus menanggung penderitaan batin dan fisik sendirian, hingga akhirnya ia memberanikan diri meminta pertolongan kepada warga sekitar yang juga memilih untuk tidak menyebutkan namanya demi keselamatan korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, pelaku yang berinisial AR, berusia 45 tahun, telah melakukan perbuatan bejat itu sejak Bunga masih duduk di bangku Sekolah Dasar tepatnya kelas 1 hingga tamat kelas 6 SD. Artinya, penderitaan yang dialami anak malang itu berlangsung selama enam tahun berturut-turut.

Bukan menjadi tempat berlindung dan sosok pelindung bagi anaknya, AR justru menjadi orang yang paling kejam menghancurkan masa depan sang anak. Untuk menutupi perbuatannya, pelaku kerap memberikan ancaman serius. Ia berani mengancam akan mencelakai bahkan menghabisi nyawa Bunga jika gadis itu berani melawan atau menceritakan apa yang dialaminya kepada orang lain. Ancaman itulah yang selama ini membuat Bunga takut untuk bersuara.

Kabar tentang perbuatan keji ini sampai ke telinga awak media Bitv melalui panggilan telepon dan pesan WhatsApp dari warga pelapor yang enggan disebutkan identitasnya, menggunakan nomor 0823-63xx-xxxx. Warga tersebut memohon bantuan agar aksi tidak manusiawi ini segera terungkap dan pelaku mendapatkan tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku.

Agar informasi yang disampaikan benar adanya, awak media meminta kepastian terkait kebenaran dugaan pencabulan tersebut. Sebagai bukti nyata, warga pelapor kemudian mengirimkan rekaman video berisi pengakuan langsung dari Bunga. Video tersebut sebelumnya juga telah disampaikan kepada salah satu anggota aparat penegak hukum dari unsur TNI.

Melihat bukti yang sudah jelas, awak media segera bergerak cepat menghubungi pihak Dinas Sosial, tepatnya Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (Kabid PPA). Mendengar laporan tersebut, pihak Kabid Dinsos merespons dengan sangat cepat dan sigap. Tim penanganan kasus perlindungan anak langsung dikirimkan ke lokasi untuk memberikan pendampingan psikologis maupun hukum kepada Bunga guna memudahkan proses pelaporan di Polres Batu Bara.

Kemarahan warga pun memuncak ketika kebenaran ini menyebar. Sekitar pukul 16.00 WIB, saat pelaku pulang dari melaut, warga yang mengetahui perbuatannya langsung mengepung dan mencoba melampiaskan kemarahannya. Untungnya, aparat kepolisian yang sudah berada di lokasi segera bertindak mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri. Pelaku berhasil diamankan dan langsung dibawa ke kantor Polres Batu Bara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut serta diproses sesuai pasal yang berlaku.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kekerasan dalam rumah tangga, terutama terhadap anak, adalah kejahatan yang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Siapa pun pelakunya, sekalipun itu orang tua kandung sendiri, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Semoga Bunga mendapatkan kekuatan untuk bangkit kembali dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Hampir Dua Bulan Semen Langka dan Harga Menggila di Sumatera Utara, Ada Apa? Masyarakat Minta Pemerintah dan APH Bongkar Penyebabnya
Diduga Sembunyikan Surat Undangan Bansos, Seknas PERMADA Resmi Laporkan Oknum Kadus Desa Paya Rengas ke Inspektorat dan Ombudsman RI
Diduga Terlambat Serahkan Undangan Bansos, Kinerja Kadus III Desa Paya Rengas Disorot, PERMADA Minta Inspektorat Turun Tangan
Lagi Dan Lagi !!!Aksi Brutal Remaja di Batu Bara, Tawuran Kembali Terjadi di Depan Sekolah Dasar
LPAI Batu Bara Peringatkan Ancaman Judi Online dan Krisis Literasi, Generasi Emas 2045 Terancam
Semen Hilang dari Pasaran, Harga Meroket! Warga Sumut Curiga Ada Permainan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru