BREAKING NEWS
Kamis, 23 April 2026

Jepang Longgarkan Ekspor Pertahanan, Indonesia Masuk Daftar Prioritas Penerima Senjata

Nurul - Kamis, 23 April 2026 18:37 WIB
Jepang Longgarkan Ekspor Pertahanan, Indonesia Masuk Daftar Prioritas Penerima Senjata
Kuasa Usaha ad interim Jepang Myochin Mitsuru dalam peringatan Hari Pasukan Bela Diri Jepang, Selasa (4/11/2025). (Foto: Liputan6/Teddy Tri Setio Berty)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Hubungan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Jepang memasuki babak baru setelah pemerintah Jepang resmi melonggarkan kebijakan ekspor peralatan dan teknologi militer.

Chargé d'affaires ad interim Jepang untuk Indonesia, Myochin Mitsuru, menyampaikan bahwa Tokyo telah mencabut sejumlah pembatasan ketat yang sebelumnya membatasi ekspor alutsista ke negara lain.

"Pada Selasa ini, kami telah mencabut lima kategori pembatasan tersebut. Itu berarti semua produk jadi, termasuk jet tempur, kapal pengawal, kapal selam, suku cadang, teknologi, dan layanan kini dapat ditransfer," ujar Myochin di Kedutaan Besar Jepang, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Baca Juga:

Ia menjelaskan bahwa untuk kategori persenjataan mematikan, Jepang hanya membuka kerja sama dengan 17 negara yang telah memiliki perjanjian alih teknologi pertahanan. Indonesia disebut termasuk di dalam daftar tersebut.

"Indonesia adalah salah satunya. Jadi Jepang dapat menyediakan senjata tersebut kepada Indonesia," tegasnya.

Selain membuka peluang ekspor alutsista, Jepang juga memperkenalkan skema baru bernama Official Security Assistance (OSA) yang memungkinkan pemerintah Jepang memberikan bantuan langsung kepada militer negara mitra.

"OSA memungkinkan pemerintah Jepang untuk memberikan bantuan secara langsung kepada militer," kata Myochin.

Menurutnya, kebijakan ini merupakan bagian dari penguatan kerja sama strategis, termasuk peningkatan interoperabilitas militer dan stabilitas kawasan.

Langkah tersebut juga menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Jepang Takaichi Sanae di Tokyo beberapa waktu lalu.

Meski demikian, Jepang menegaskan bahwa perubahan kebijakan ini tidak mengubah prinsip dasar negara tersebut sebagai negara yang menjunjung perdamaian.

"Posisi dasar Jepang sebagai negara pencinta damai tetap tidak berubah," ujarnya.*

(mt/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rosan Roeslani Ungkap Solusi Utang Whoosh Sudah Siap, Pemerintah Segera Negosiasi dengan China
Energi Hijau RI Jadi Magnet Investor Asing, BKPM Ungkap Minat Terus Meningkat
Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Prancis Lagi, Perkuat Kerja Sama Pertahanan dan Transfer Teknologi
Kejar Target Rp13.000 Triliun Investasi, Prabowo Minta Pertek Impor Dihapus Jika Menghambat
Prabowo Terima Laporan Rosan: Investasi Indonesia Lampaui Target, Kuartal I-2026 Capai Rp498 Triliun Lebih
RI Kejar Investasi Rp 13.000 Triliun hingga 2029, Rosan Sebut Target dari Bappenas untuk Dorong Ekonomi 8 Persen
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru