BREAKING NEWS
Minggu, 26 April 2026

Militer AS Cegat Kapal Armada Bayangan Iran di Laut Arab, Dipaksa Kembali ke Teheran

Adam - Minggu, 26 April 2026 07:30 WIB
Militer AS Cegat Kapal Armada Bayangan Iran di Laut Arab, Dipaksa Kembali ke Teheran
Kapal serbu amfibi USS Tripoli, yang membawa 3.500 tentara AS, telah mencapai wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS di Timur Tengah pada Maret 2026. (Foto/US CENTCOM/Anadolu Agency)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TEHERAN Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengklaim telah mencegat sebuah kapal yang disebut sebagai bagian dari "armada bayangan" Iran di kawasan Laut Arab. Kapal tersebut kemudian dipaksa kembali menuju Iran di bawah pengawalan militer AS.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut kapal M/V Sevan termasuk dalam daftar 19 kapal yang telah dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS karena diduga terlibat dalam pengangkutan minyak, gas, dan produk energi Iran ke pasar internasional.

"Kapal M/V Sevan termasuk di antara 19 kapal 'armada bayangan' yang dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS," demikian pernyataan CENTCOM di platform X, Minggu (26/4/2026).

Baca Juga:

CENTCOM menjelaskan, kapal tersebut dicegat oleh helikopter Angkatan Laut AS yang beroperasi dari kapal perusak rudal USS Pinckney (DDG 91) saat melintas di wilayah Laut Arab. Setelah dilakukan intersepsi, kapal itu disebut mematuhi perintah militer AS untuk kembali ke Iran di bawah pengawasan ketat.

Menurut laporan media internasional, kapal tersebut merupakan bagian dari jaringan "shadow fleet" atau armada bayangan yang kerap digunakan untuk menghindari sanksi dengan memanipulasi data pelayaran dan identitas kapal.

Armada tersebut diduga digunakan untuk menyelundupkan minyak dan produk energi Iran ke berbagai negara dengan cara menghindari sistem pelacakan internasional, termasuk mematikan transponder atau memalsukan lokasi kapal.

Kapal M/V Sevan diketahui berbendera Panama dan dimiliki oleh perusahaan berbasis Kepulauan Marshall, namun tetap masuk dalam daftar pengawasan otoritas Amerika Serikat.

Aksi intersepsi ini menjadi bagian dari operasi yang lebih luas di kawasan Teluk dan Laut Arab, di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran terkait sanksi ekonomi dan kontrol jalur perdagangan energi global.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran terkait klaim intersepsi tersebut.*

(k/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Apa Isi Kajian KPK yang Diserahkan ke Prabowo dan DPR Terkait Reformasi Partai Politik?
Aziziyah Jadi Sektor Akomodasi Haji Terbesar di Makkah, Tampung Lebih dari 21.500 Jemaah Indonesia
Realisasi Investasi Kuartal I-2026 Tembus Rp498,79 Triliun, Serapan Tenaga Kerja Capai 706 Ribu Orang
Menaker Ingatkan Lulusan Kampus Wajib Miliki Triple Readiness di Era AI dan Disrupsi Kerja
Cuaca DIY Didominasi Hujan Ringan dan Berawan, Suhu Berkisar 22–32 Derajat Celsius
JW Marriott Medan Hadirkan Konsep “Perjalanan Rasa” di Prime Steakhouse, Chef Bayu Sanubari Tawarkan Pengalaman Fine Dining Premium
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru