Peluncuran program ini ditandai dengan penempelan stiker sekaligus skrining kesehatan langsung ke rumah warga oleh petugas Puskesmas yang dipimpin Kepala UPT Puskesmas Medan Labuhan, dr. Imelda Iriana Purba, Rabu (6/5/2026).
Imelda mengatakan, kunjungan tenaga kesehatan ke rumah warga merupakan bagian dari pelayanan wajib, terlebih dengan diterapkannya Integrasi Layanan Primer (ILP). Melalui inovasi Sipungkas, kunjungan tersebut tidak hanya bersifat medis, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat.
"Dengan adanya stiker ini, kami memastikan masyarakat sudah mendapatkan pelayanan kesehatan secara efektif dan efisien, sekaligus memudahkan pencatatan dan pelaporan agar tidak terjadi duplikasi kunjungan," ujarnya.
Dalam setiap kunjungan, petugas melakukan skrining kesehatan langsung di lokasi, mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, pengecekan kadar gula darah, hingga memberikan penyuluhan kesehatan kepada warga.
Program ini menargetkan sebanyak 5.132 kepala keluarga (KK) di wilayah kerja Medan Labuhan. Imelda optimistis seluruh target dapat tercapai hingga akhir 2026.
"Kami optimis seluruh rumah akan terdata dan tertempel stiker pada Desember 2026. Data ini nantinya menjadi dasar evaluasi dan kebijakan kesehatan ke depan," katanya.
Sementara itu, Lurah Sei Mati, Yogi Fatresya, menyambut baik inovasi tersebut. Ia menilai langkah jemput bola ini sangat membantu masyarakat, terutama di wilayah rawan banjir, untuk mendapatkan akses layanan kesehatan.
Ia juga mengingatkan warga untuk memanfaatkan program Universal Health Coverage (UHC) yang telah disediakan Pemko Medan.
"Kalau ada warga sakit, silakan berobat ke puskesmas atau rumah sakit cukup dengan KTP. Meski BPJS tidak aktif, tetap bisa dilayani selama mengikuti prosedur rujukan," tegasnya.
Salah seorang warga, Sri Wahyuni, mengaku merasakan langsung manfaat program tersebut. Ia merasa terbantu karena tidak perlu lagi datang ke fasilitas kesehatan hanya untuk memastikan status jaminan kesehatannya.
"Pelayanannya datang langsung ke rumah. Kami jadi tahu kalau berobat itu tidak rumit. Harapannya pelayanan seperti ini terus berlanjut," ungkapnya.
Dengan hadirnya inovasi Sipungkas, Pemko Medan berharap pelayanan kesehatan semakin merata, cepat, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat hingga tingkat rumah tangga.*