BREAKING NEWS
Kamis, 09 Juli 2026

WHO Peringatkan Kasus Kanker Dunia Bisa Tembus 35 Juta per Tahun pada 2050

Dharma - Kamis, 09 Juli 2026 17:14 WIB
WHO Peringatkan Kasus Kanker Dunia Bisa Tembus 35 Juta per Tahun pada 2050
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Sebagai contoh, sekitar 87 persen perempuan penderita kanker payudara di negara berpendapatan tinggi masih bertahan hidup lima tahun setelah diagnosis.

Sebaliknya, di negara berpendapatan rendah, angka kelangsungan hidup lima tahun hanya sekitar 42 persen.

WHO juga mencatat ketersediaan 20 obat kanker prioritas di negara berpendapatan rendah dan menengah bawah hanya berkisar 9 hingga 54 persen, sedangkan di negara berpendapatan tinggi mencapai 68 hingga 94 persen.

Selain itu, kurang dari sepertiga negara di dunia telah memasukkan layanan kanker ke dalam paket Universal Health Coverage (UHC).

Di tengah meningkatnya jumlah kasus, WHO menegaskan bahwa hampir empat dari sepuluh kasus kanker sebenarnya dapat dicegah.

Beberapa faktor risiko yang paling banyak berkontribusi antara lain:

- Merokok atau penggunaan tembakau
- Konsumsi minuman beralkohol
- Kelebihan berat badan atau obesitas
- Kurang aktivitas fisik
- Pola makan tidak sehat
- Infeksi HPV
- Hepatitis B
- Hepatitis C
- Bakteri Helicobacter pylori

Direktur IARC, Dr. Elisabete Weiderpass, mengatakan pola penyakit kanker kini semakin dipengaruhi oleh meningkatnya obesitas, kurang aktivitas fisik, pola makan yang buruk, serta polusi udara.

"Profil kanker terus berubah dan semakin dipengaruhi oleh meningkatnya obesitas, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, serta polusi udara. Pencegahan kanker harus tetap menjadi prioritas politik," ujarnya.

WHO juga mencatat sejumlah perkembangan positif, seperti penurunan penggunaan tembakau secara global sebesar 27 persen sejak 2010, meningkatnya cakupan vaksinasi yang membantu mencegah kanker akibat infeksi, serta bertambahnya jumlah negara yang memiliki rencana nasional pengendalian kanker.

Meski demikian, WHO menegaskan bahwa pemerataan akses layanan kesehatan tetap menjadi tantangan utama agar lebih banyak pasien dapat memperoleh diagnosis lebih dini, pengobatan yang memadai, serta peluang hidup yang lebih baik.* (km/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
PMT untuk Kader Posyandu Desa Suka Maju, Bentuk Apresiasi Pemerintah Desa dalam Mendukung Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Martinijal Harahap Ajak Warga Medan Jadikan Hidup Sehat Sebagai Gaya Hidup, Bukan Sekadar Tren
Ketua TP PKK Asahan Dorong Posyandu Terapkan Enam Standar Pelayanan untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
Badan Gizi Nasional Kini Punya Peran Baru: Masuk Sistem Pertahanan Negara
RSUD Pirngadi Jadi Sorotan DPRD Medan, Mulai dari Pendapatan BLUD hingga Kekurangan Dokter Spesialis
RSJ Prof. Dr. M. Ildrem Kenalkan 23 Layanan Kesehatan di PRSU 2026, Ubah Stigma Rumah Sakit Jiwa
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru