Retno Marsudi Bertemu Presiden Tokayev, RI Perkuat Kerja Sama Air dan Iklim dengan Kazakhstan
ASTANA Utusan Khusus Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB untuk Air, Retno Marsudi, bertemu langsung dengan Presiden Kazakhstan KassymJomar
INTERNASIONAL
JAKARTA - Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di kawasan Monas, Jakarta Pusat, aparat kepolisian menegaskan akan menindak tegas praktik parkir liar yang kerap mengganggu ketertiban lalu lintas dan kenyamanan pengunjung.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, mengingatkan masyarakat untuk tidak tergiur menggunakan jasa juru parkir liar, terutama saat kawasan Monas dipadati pengunjung.
"Hati-hati dengan juru parkir liar, karena mereka sering langsung pergi setelah mengambil bayaran. Kendaraan yang ditinggal sembarangan bisa diderek, apalagi jika mengganggu arus lalu lintas," tegasnya, Sabtu (16/8/2025).
Senada dengan itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyampaikan bahwa petugas akan dikerahkan di titik-titik rawan untuk memberikan imbauan secara persuasif kepada masyarakat agar tidak memarkir kendaraan sembarangan.
"Kami ingin warga yang berjalan kaki di sekitar kawasan Monas bisa nyaman dan aman. Petugas akan terus berjaga dan mengarahkan masyarakat ke kantong-kantong parkir resmi yang telah disediakan," ujarnya.
Kantong Parkir Resmi Disiapkan Pemprov DKI Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan berbagai pihak telah menyiapkan puluhan titik parkir resmi untuk mendukung kelancaran acara Kirab Bendera Pusaka, Pesta Rakyat, hingga Malam Puncak Perayaan HUT RI.
1. Kirab Bendera Pusaka (8 Titik Parkir)
Beberapa di antaranya:
IRTI Monas: 140 mobil, 200 motor
Stasiun Gambir: 500 mobil, 350 motor
Lemhanas: 250 mobil, 300 motor
Perpustakaan Nasional, Kementerian BUMN, dan lainnya
2. Pesta Rakyat (17 Titik Parkir)
Termasuk:
Wisma Antara, Galeri Nasional
Gedung Sarinah: 333 mobil, 200 motor
Grand Indonesia: 4.347 mobil, 1.450 motor
Plaza Indonesia: 1.831 mobil
3. Malam Puncak HUT ke-80 RI (34 Titik Parkir)
Kapasitas terbesar tersedia di:
Gelora Bung Karno (GBK): 4.356 mobil, 4.700 motor
Plaza Senayan: 4.159 mobil, 4.432 motor
FX Sudirman, Wisma 46, World Trade Center, dan lainnya
Antisipasi Copet dan Anak Hilang
Selain fokus pada penindakan parkir liar, aparat keamanan juga bersiaga penuh untuk mengantisipasi tindak kejahatan seperti copet, serta penanganan anak hilang. Polisi akan menyebar personel berseragam dan berpakaian preman di lokasi keramaian.
Pesan Penting untuk Pengunjung:
✅ Gunakan kantong parkir resmi
✅ Jangan parkir sembarangan atau gunakan jasa parkir liar
✅ Awasi anak-anak selama di lokasi
✅ Laporkan segera jika melihat tindakan mencurigakan
(kp/j006)
ASTANA Utusan Khusus Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB untuk Air, Retno Marsudi, bertemu langsung dengan Presiden Kazakhstan KassymJomar
INTERNASIONAL
JAKARTA Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli membahas rencana penambahan kuota Progr
NASIONAL
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini, Minggu (26/4/2026), terpantau tidak mengalami peruba
EKONOMI
ISTANBUL Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak akan melakukan perundingan dalam kondisi tekanan, ancaman, maupun b
INTERNASIONAL
JAKARTA Pasangan selebritas El Rumi dan Syifa Hadju resmi melangsungkan pernikahan hari ini, Minggu (26/4/2026), di sebuah hotel mewah k
ENTERTAINMENT
MEUREUDU Dr. Munawar Ibrahim, SKM, MPH resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Majelis Pengurus Daerah (MPD) Ikatan Cendekiawan Mus
NASIONAL
WASHINGTON DC Presiden Amerika Serikat Donald Trump dievakuasi oleh Secret Service setelah terdengar suara tembakan dalam sebuah acara b
INTERNASIONAL
JAKARTA Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melakukan pengujian lanjutan terhadap
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menyebut program Sekolah Rakyat sebagai jembatan emas bagi keluarga miskin d
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya dugaan praktik suap kepada penyelenggara pemilu yang bertujuan untuk memani
POLITIK