JAKARTA – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah bersama aparat keamanan dan berbagai elemen masyarakat memperkuat upaya menjaga stabilitas keamanan di seluruh wilayah Indonesia.
Peningkatan mobilitas warga serta ramainya ruang publik menjadi perhatian utama agar perayaan akhir tahun berlangsung aman dan tertib.
Pantauan di sejumlah daerah menunjukkan meningkatnya aktivitas masyarakat di tempat ibadah, terminal, pusat perbelanjaan, hingga destinasi wisata.
Kondisi ini mendorong aparat keamanan untuk memperketat patroli, meningkatkan pengawasan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban umum.
Berbagai langkah pengamanan tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama masa liburNataru.
Wakil Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU, KH Ahmad Nurul Huda Haem atau yang akrab disapa Kiyai Enha, menekankan pentingnya kewaspadaan kolektif dalam menghadapi perayaan akhir tahun.
Menurut dia, stabilitas keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.
"Situasi saat ini masih tertib dan terkendali. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga ketertiban, saling menghormati, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Stabilitas keamanan hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat berperan aktif menciptakan suasana yang rukun dan damai," ujar Kiyai Enha, Sabtu (13/12).
Ia juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi tindak kejahatan maupun kondisi alam yang tidak terduga selama masa libur.
"Pastikan rumah yang ditinggalkan untuk mudik atau berlibur dalam keadaan aman. Kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana alam juga perlu ditingkatkan," katanya.
Lebih lanjut, Kiyai Enha menegaskan bahwa kebersamaan dan keharmonisan antarsesama menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas keamanan selama libur akhir tahun.
Menurut dia, situasi yang aman dan kondusif hanya dapat terwujud apabila masyarakat dan aparat bergandeng tangan.