BREAKING NEWS
Senin, 27 April 2026

Mahfud MD: Ini Waktunya Indonesia Pertimbangkan Keluar dari Board of Peace

Adam - Rabu, 11 Maret 2026 08:28 WIB
Mahfud MD: Ini Waktunya Indonesia Pertimbangkan Keluar dari Board of Peace
Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD. (foto: Mahfud MD Official/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai Indonesia perlu meninjau kembali keikutsertaannya dalam forum internasional Board of Peace (BoP).

Pernyataan ini disampaikan menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

"Ini waktunya Indonesia mempertimbangkan keluar dari Board of Peace. Waktunya mempertimbangkan agar segera menarik diri," kata Mahfud saat ditemui di Senen, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).

Baca Juga:

Mahfud menjelaskan, sebelumnya Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia dapat mundur dari BoP kapan saja jika forum tersebut tidak memberikan manfaat.

"Sekarang ada fakta seperti serangan AS-Israel ke Iran. Ini menjadi alasan baru untuk menyatakan ditarik dan tidak ada ruginya," tegas Mahfud.

Menurut Mahfud, keikutsertaan Indonesia dalam BoP sejak awal menuai kritik.

Salah satu sorotan utama adalah ketidakseimbangan anggota forum, di mana perwakilan Palestina tidak dilibatkan dalam diskusi perdamaian Timur Tengah.

"Kan tidak mungkin bicara keadilan tanpa menyertakan pihak yang akan dikenai objek keputusan untuk perdamaian," ujarnya.

Mahfud juga mempertanyakan legalitas forum tersebut dalam tatanan internasional, termasuk dasar pembentukan dan status produk kesepakatan yang dihasilkan.

Mahfud menegaskan, forum semacam ini seharusnya berada di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar memiliki legitimasi internasional.

Ia menekankan bahwa BoP tidak selaras dengan Dasasila Bandung, yang menekankan kesetaraan antarbangsa, penolakan penjajahan, dan pengakuan hak kemerdekaan setiap negara.

"Board of Peace ini kayaknya enggak ada, Dasasila Bandung-nya tidak kelihatan," katanya.

Meski mengkritisi BoP, Mahfud meminta masyarakat mempercayakan langkah Presiden untuk menjaga keselamatan bangsa, sambil tetap memberikan kritik dan koreksi.

Ia menekankan, yang paling penting adalah kepentingan dan keselamatan Indonesia di tengah dinamika global yang kian kompleks.*


(km/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Senator AS ‘Gertak’ Arab Saudi: Ikut Serang Iran atau Rasakan Konsekuensi!
Presiden Prabowo Subianto Memimpin Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Nasional di Istana Negara
Rico Waas dan Aparat Gabungan Menyisir Kampung-Kampung di Belawan yang Diduga Rawan Narkoba
Peresmian Jembatan Garuda Bagian dari Program Nasional 200 Titik Jembatan, Tingkatkan Kualitas Hidup Warga Pedesaan di Simalungun
Dipuji Prabowo, Purbaya Pastikan Bea Cukai Tidak Dibubarkan
Di Tengah Gejolak Pasar Global, Prabowo Rapat Ekonomi Bersama BI dan Menkeu
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru