Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menegaskan bahwa keputusan perombakan kabinet sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyebut kepala negara sebagai pihak yang paling memahami waktu dan kebutuhan reshuffle di tengah dinamika global.
"Reshuffle kabinet itu hak prerogatif Presiden. Tentu beliau yang paling bisa menilai," ujar Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 6 April 2026.
Baca Juga:
Pernyataan ini merespons pandangan sejumlah pengamat yang mendorong evaluasi kabinet menyusul ketidakpastian geopolitik global, termasuk eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Doli menilai, sejauh ini kebijakan pemerintah masih mampu menjaga stabilitas nasional. Ia mencontohkan harga bahan bakar minyak (BBM) yang belum mengalami kenaikan, berbeda dengan sejumlah negara lain.
"Stok BBM kita masih aman, begitu juga dengan kondisi pangan," kata dia.
Menurut Doli, kabinet saat ini dinilai cukup adaptif dalam merespons situasi global yang dinamis. Namun, ia tidak menampik potensi tekanan jika krisis berkepanjangan.
"Kita tentu tetap waspada. Kalau situasi ini berlangsung lama, dampaknya bisa saja terasa," ujarnya.
Sebelumnya, pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga, menilai reshuffle perlu dilakukan terhadap menteri yang dinilai tidak responsif dalam menghadapi krisis.
"Dalam kondisi global yang tidak pasti, menteri tidak cukup hanya menjalankan rutinitas. Mereka harus mampu menyelesaikan masalah secara sistematis," kata Jamiluddin.
Ia menambahkan, menteri yang lemah dalam pengambilan keputusan berpotensi menjadi beban bagi pemerintahan.*
(d/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.