Sidang Korupsi Dana BOS MAS Farhan, PH Sebut KAP Tak Berwenang Hitung Kerugian Negara
MEDAN Tim penasihat hukum (PH) tiga terdakwa kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Madrasah Aliyah Swasta (MAS)
HUKUM DAN KRIMINAL
WASHINGTON D.C. – Pemerintah Amerika Serikat mencabut izin ekspor minyak Iran yang sebelumnya diberikan melalui kesepakatan sementara dalam Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad. Kebijakan tersebut diambil menyusul meningkatnya ketegangan keamanan di Selat Hormuz setelah insiden penyerangan terhadap kapal tanker.
Departemen Keuangan Amerika Serikat menyatakan pencabutan izin dilakukan sebagai respons atas tindakan Iran yang dinilai mengganggu stabilitas jalur pelayaran internasional.
"Iran hanya akan memperoleh manfaat jika menunjukkan perilaku yang baik. Tindakan Iran di Selat Hormuz tidak dapat diterima dan akan menimbulkan konsekuensi," kata seorang pejabat Amerika Serikat,dikutip dari CNBC, Rabu (8/7/2026).Baca Juga:
Ketegangan meningkat setelah sebuah kapal tanker gas alam cair dan kapal pengangkut minyak dilaporkan menjadi sasaran serangan di sekitar Selat Hormuz pada Selasa (7/7/2026). Informasi tersebut disampaikan kelompok angkatan laut yang dipimpin Amerika Serikat melalui pembaruan keamanan bagi kapal-kapal dagang yang beroperasi di kawasan Timur Tengah.
Otoritas keamanan maritim memperingatkan ancaman terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz berpotensi meningkat seiring memanasnya situasi di kawasan tersebut.
Sebelumnya, Washington sempat melonggarkan sanksi terhadap ekspor minyak Iran hingga 21 Agustus 2026 setelah kedua negara menyepakati pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz melalui kesepakatan sementara.
Kesepakatan tersebut memungkinkan ekspor minyak mentah Iran kembali berjalan, termasuk transaksi pembayaran menggunakan dolar Amerika Serikat.
Namun, situasi kembali memanas setelah Iran disebut mewajibkan kapal-kapal dagang menggunakan jalur utara yang berada di bawah pengawasannya. Di sisi lain, sejumlah kapal yang melintasi jalur selatan yang diamankan Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan menjadi sasaran serangan.
Analis intelijen maritim senior Windward, Michelle Wiese Bockmann, menilai langkah Iran merupakan bagian dari upaya memberikan tekanan terhadap jalur distribusi energi negara-negara Teluk yang tidak menggunakan koridor pelayaran di bawah kendali Teheran.
Perkembangan terbaru ini diperkirakan akan kembali memengaruhi stabilitas perdagangan energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia.* (d/dh)
MEDAN Tim penasihat hukum (PH) tiga terdakwa kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Madrasah Aliyah Swasta (MAS)
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Babak perempat final Piala Dunia 2026 dipastikan menghadirkan persaingan sengit setelah delapan tim terbaik memastikan langkah k
OLAHRAGA
WASHINGTON D.C. Pemerintah Amerika Serikat mencabut izin ekspor minyak Iran yang sebelumnya diberikan melalui kesepakatan sementara dala
INTERNASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan bertemu dengan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahter
EKONOMI
JAKARTA Pakar hukum pidana Abdul Fickar Hadjar menilai para terdakwa dalam perkara dugaan pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah Pr
NASIONAL
JAKARTA Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan sebagian permohonan praperadilan yang diajukan Roy Suryo terkait kasus dugaan peny
NASIONAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan hasil tes pengurutan genom yang pernah dijalaninya sebelum melakukan kunjungan kenega
NASIONAL
JAKARTA Pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menindaklanjuti rekomendasi perbaikan tat
NASIONAL
ATLANTA Timnas Argentina memastikan langkah ke babak perempatfinal Piala Dunia 2026 usai mencatat kemenangan dramatis 32 atas Mesir pad
OLAHRAGA
JAKARTA Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul menegaskan bahwa penanganan berbagai persoalan di Papua merupakan tanggun
POLITIK