BREAKING NEWS
Rabu, 08 Juli 2026

Ketegangan Selat Hormuz Memanas, AS Cabut Izin Ekspor Minyak Iran

Adelia Syafitri - Rabu, 08 Juli 2026 09:34 WIB
Ketegangan Selat Hormuz Memanas, AS Cabut Izin Ekspor Minyak Iran
Kapal tanker minyak berlabuh di lepas pantai Selat Hormuz di dekat Bandar Abbas, Iran, Sabtu (2/5/2026). (Foto: Amirhosein Khorgooi/ISNA via AP)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

WASHINGTON D.C. – Pemerintah Amerika Serikat mencabut izin ekspor minyak Iran yang sebelumnya diberikan melalui kesepakatan sementara dalam Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad. Kebijakan tersebut diambil menyusul meningkatnya ketegangan keamanan di Selat Hormuz setelah insiden penyerangan terhadap kapal tanker.

Departemen Keuangan Amerika Serikat menyatakan pencabutan izin dilakukan sebagai respons atas tindakan Iran yang dinilai mengganggu stabilitas jalur pelayaran internasional.

"Iran hanya akan memperoleh manfaat jika menunjukkan perilaku yang baik. Tindakan Iran di Selat Hormuz tidak dapat diterima dan akan menimbulkan konsekuensi," kata seorang pejabat Amerika Serikat,dikutip dari CNBC, Rabu (8/7/2026).

Baca Juga:

Ketegangan meningkat setelah sebuah kapal tanker gas alam cair dan kapal pengangkut minyak dilaporkan menjadi sasaran serangan di sekitar Selat Hormuz pada Selasa (7/7/2026). Informasi tersebut disampaikan kelompok angkatan laut yang dipimpin Amerika Serikat melalui pembaruan keamanan bagi kapal-kapal dagang yang beroperasi di kawasan Timur Tengah.

Otoritas keamanan maritim memperingatkan ancaman terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz berpotensi meningkat seiring memanasnya situasi di kawasan tersebut.

Sebelumnya, Washington sempat melonggarkan sanksi terhadap ekspor minyak Iran hingga 21 Agustus 2026 setelah kedua negara menyepakati pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz melalui kesepakatan sementara.

Kesepakatan tersebut memungkinkan ekspor minyak mentah Iran kembali berjalan, termasuk transaksi pembayaran menggunakan dolar Amerika Serikat.

Namun, situasi kembali memanas setelah Iran disebut mewajibkan kapal-kapal dagang menggunakan jalur utara yang berada di bawah pengawasannya. Di sisi lain, sejumlah kapal yang melintasi jalur selatan yang diamankan Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan menjadi sasaran serangan.

Analis intelijen maritim senior Windward, Michelle Wiese Bockmann, menilai langkah Iran merupakan bagian dari upaya memberikan tekanan terhadap jalur distribusi energi negara-negara Teluk yang tidak menggunakan koridor pelayaran di bawah kendali Teheran.

Perkembangan terbaru ini diperkirakan akan kembali memengaruhi stabilitas perdagangan energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia.* (d/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Sambut PM Modi di Istana, RI-India Perkuat Kerja Sama Strategis di Berbagai Bidang
Pemprov Sumut Gandeng Rumah Tani Nusantara, Siapkan Jurus Tekan Inflasi dan Stabilkan Harga Pangan
Belarus Siap Transfer Teknologi ke Indonesia, Bangun Industri Bersama dan Latih SDM
Pemko Tanjungbalai Batalkan MoU dengan Kesultanan Asahan, Klaim Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah Milik Pemda
BNNK Binjai Gandeng INSAN Perkuat P4GN, Mahasiswa Disiapkan Jadi Garda Terdepan Perangi Narkoba
Heboh Isu 2 Desa Masuk Malaysia, Mendagri Tito Karnavian Buka Fakta Sebenarnya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru