Prabowo Minta Polri Jaga Demokrasi: Lindungi Hak Demonstrasi, Tapi Hukum Harus Tetap Tegak
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengingatkan jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) agar menjalankan perannya sebagai penjaga d
NASIONAL
JAKARTA – Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) mengusulkan adanya aturan baru dalam penanganan aksi demonstrasi di Indonesia. Aturan tersebut dinilai perlu menekankan pendekatan humanis dan mengedepankan prinsip pelayanan kepada masyarakat.
Anggota KPRP, Ahmad Dofiri, mengatakan pihaknya merekomendasikan Polri untuk menyusun Peraturan Kepolisian (Perpol) maupun Peraturan Kapolri (Perkap) baru terkait penanganan unjuk rasa. Usulan tersebut disebut telah mendapat respons dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Ke depan, terkait penanganan unjuk rasa itu bukan sifatnya pengamanan, tetapi pelayanan. Ini salah satu jargonnya yang akan diatur dalam Perkap atau Perpol yang baru," ujar Dofiri kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).Baca Juga:
Dofiri menjelaskan, selama ini penanganan demonstrasi masih mengacu pada pendekatan eskalasi atau peningkatan kekuatan jika situasi memanas. Ke depan, ia mendorong perubahan ke arah deeskalasi dengan mengutamakan dialog dan negosiasi.
"Kalau dulu sifatnya eskalasi, lapis-lapis pengerahan kekuatan. Ke depan harus deeskalasi, lebih mengedepankan negosiator agar tidak terjadi bentrokan," jelasnya.
Menurutnya, Polri harus menempatkan diri sebagai institusi yang melayani dan membangun komunikasi yang baik dengan massa aksi.
"Ini ke depan kita harapkan seperti itu, dan saya kira Pak Kapolri sudah memulai dengan pola yang lebih humanis. Jadi menjauhi tindakan kekerasan," tambahnya.
Sementara itu, anggota KPRP lainnya, Mahfud MD, menyoroti adanya anggapan bahwa kultur Polri masih dianggap terlalu militeristik. Menurutnya, pendekatan tersebut tidak sesuai dengan karakter tugas kepolisian sebagai pelayan masyarakat.
"Polisi itu tugasnya mengayomi, melindungi, dan melayani. Jadi tidak cocok jika terlalu militeristik," kata Mahfud.
Ia menegaskan bahwa polisi idealnya berperan sebagai aparat sipil yang menjadi rujukan dan dekat dengan masyarakat.
"Polisi harus menjadi protagonis, yang disenangi masyarakat, transparan, dan bersahabat," ujarnya.*
(d/dh)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengingatkan jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) agar menjalankan perannya sebagai penjaga d
NASIONAL
JAKARTA Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menargetkan pembangunan 1.500 Satuan Pelayanan Peme
NASIONAL
BANDA ACEH Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem memastikan pemerintah akan mendorong hilirisasi minyak dan gas (migas) dari Blok Anda
PEMERINTAHAN
TANJAB TIMUR Polres Tanjung Jabung Timur menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026 di Lapangan Hijau Polres Tanjung
NASIONAL
BANDA ACEH Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh memimpin Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke8
NASIONAL
BINJAI Dugaan penyimpangan penggunaan aset milik Pemerintah Kota Binjai kembali menjadi perhatian publik. Aliansi Pemuda Sumatera Utara
PEMERINTAHAN
Oleh Rasi Kasim Samosir, S.P., M.SiPEMBANGUNAN Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan menjadi salah satu langkah pemerintah dala
OPINI
CIANJUR Selain dikenal sebagai situs megalitikum terbesar di Indonesia, Gunung Padang di Kabupaten Cianjur juga menyimpan tradisi yang m
NASIONAL
BOGOR Presiden Prabowo Subianto menyampaikan enam amanat penting kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) saa
NASIONAL
BOGOR Presiden ke7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke80 Bhayangkara yang
NASIONAL