BREAKING NEWS
Selasa, 16 Juni 2026

Djarot Kritik Wacana Wajib Bahasa Perancis di Sekolah: Kalau Presiden ke Afrika, Apa Bahasa Afrika Juga Harus Diajarkan?

Adelia Syafitri - Sabtu, 30 Mei 2026 15:53 WIB
Djarot Kritik Wacana Wajib Bahasa Perancis di Sekolah: Kalau Presiden ke Afrika, Apa Bahasa Afrika Juga Harus Diajarkan?
Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, mengkritik wacana pengajaran bahasa Perancis di seluruh jenjang pendidikan yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto seusai kunjungan kenegaraan ke Paris, Perancis.

Menurut Djarot, kebijakan pendidikan tidak seharusnya ditentukan secara spontan hanya karena adanya kunjungan kepala negara ke suatu negara tertentu.

Ia menilai setiap kebijakan pendidikan harus didasarkan pada kajian yang komprehensif dan kebutuhan jangka panjang bangsa.

Baca Juga:

"Bahasa Perancis itu penting juga, tetapi tidak bisa serta-merta begitu Presiden berkunjung ke Perancis, kemudian langsung mewajibkan pendidikan bahasa Perancis di semua tingkatan sekolah," kata Djarot usai menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) anggota DPRD PDI Perjuangan se-Indonesia, Sabtu, 30 Mei 2026.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu kemudian menyindir kemungkinan munculnya kebijakan serupa apabila Presiden melakukan kunjungan ke negara lain.

"Kemudian nanti kalau misalnya beliau ke mana lagi, Afrika, begitu ya. Bahasa Afrika itu yang harus diajarkan. Kan tidak begitu-begitu," ujarnya.

Djarot menegaskan pengajaran bahasa asing perlu dirancang berdasarkan kebutuhan pendidikan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan, serta tuntutan dunia kerja di masa depan.

Menurut dia, pemerintah terlebih dahulu perlu menentukan bahasa asing mana yang bersifat wajib dan mana yang menjadi pilihan bagi peserta didik.

"Maka perlu kajian secara mendalam. Bahasa asing apa yang harus dikuasai anak-anak kita, mana yang wajib dan mana yang pilihan," katanya.

Djarot berpendapat bahasa Inggris masih relevan menjadi bahasa asing wajib dalam sistem pendidikan nasional karena merupakan bahasa internasional yang paling banyak digunakan dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan teknologi.

Sementara itu, bahasa asing lainnya seperti Perancis, Mandarin, Jepang, Spanyol, Portugis, maupun Belanda dapat menjadi mata pelajaran pilihan yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan peserta didik.

"Bahasa Inggris bisa menjadi yang wajib. Sedangkan bahasa Perancis, Mandarin, Jepang, Spanyol, Portugis, atau Belanda dapat menjadi pilihan. Biarkan kementerian dan sekolah melakukan kajian mengenai kebutuhan yang paling sesuai," ujarnya.

Selain menyoroti isu bahasa asing, Djarot juga mengkritik pola pengambilan kebijakan yang dinilai terlalu dominan berasal dari pemerintah pusat tanpa mempertimbangkan aspirasi masyarakat di tingkat bawah.

Menurut dia, berbagai program nasional seharusnya lahir dari kebutuhan masyarakat dan tidak semata-mata ditentukan secara top-down.

"Kita harus mengubah pola bahwa semua kebijakan tidak selalu turun dari atas. Aspirasi dari bawah juga harus didengar," katanya.

Djarot kemudian mencontohkan Program Koperasi Desa Merah Putih yang menurutnya perlu dibangun berdasarkan kebutuhan masyarakat desa, bukan sekadar instruksi dari pemerintah pusat.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan telah menginstruksikan agar bahasa Perancis mulai diajarkan di seluruh tingkatan sekolah di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah pertemuannya dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron di Paris pada 28 Mei 2026.

Menurut Prabowo, penguatan pembelajaran bahasa Perancis merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan Indonesia dan Perancis sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan global di masa mendatang.*


(km/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Tunjuk AHY Pimpin Komite Kereta Cepat Jakarta–Bandung
Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dollar, tapi Tetap Terdampak Kenaikan Harga
Prabowo Dorong Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Minta Kajian Lebih Dalam
DPR Ingatkan Tak Semua Sekolah Siap Ajarkan Bahasa Perancis, Guru Jadi Kendala Utama
Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Lawatan Kenegaraan ke Prancis, Disambut Gibran di Halim
Prabowo Foto Bersama Pengawal Prancis Sebelum Pulang, Tutup Kunjungan Kenegaraan dengan Momen Hangat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru