BREAKING NEWS
Selasa, 07 Juli 2026

Tak Hanya Soal Potongan 8 Persen, DPRD Sumut Siap Kawal Pembentukan UU Ojol

Abyadi Siregar - Selasa, 07 Juli 2026 15:19 WIB
Tak Hanya Soal Potongan 8 Persen, DPRD Sumut Siap Kawal Pembentukan UU Ojol
Ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Selasa (7/7/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Mereka membawa tujuh tuntutan, salah satunya meminta pemerintah memastikan kebijakan potongan aplikasi maksimal 8 persen benar-benar diterapkan kepada seluruh perusahaan aplikasi.

Dalam orasinya, massa menyebut kebijakan yang diumumkan pemerintah belum memberikan dampak nyata terhadap penghasilan para pengemudi.

"Pada perayaan May Day lalu tersampaikan melalui pidato Presiden bahwa peraturan pemerintah untuk menyelamatkan ojol Indonesia dari keterpurukan pendapatan sampai hari ini. Perpres yang disampaikan Bapak Presiden yaitu 8% potongan aplikasi. Namun, sama-sama kita lihat, sama-sama kita dengar, dan rasakan di lapangan, penerapan Perpres masih jauh dari ekspektasi dan harapan kita semua," ujar seorang orator.

Massa juga menilai aturan tersebut hanya menyentuh layanan angkutan penumpang, sedangkan layanan pengantaran makanan dan barang masih dikenai potongan yang dinilai besar.

"Perpres menjadi ambigu ketika layanan yang dituju hanya layanan satu aplikasi atau dua aplikasi. Perpres hanya menyasar layanan bawa penumpang, sementara aplikasi yang kita ketahui bersama banyak layanan yang hari ini terus menerapkan argo-argo murah, potongan-potongan besar. Ini menjadi pertanyaan besar kepada kita, warga ojol Kota Medan. Layanan food, layanan antar barang, tidak tersentuh atau tersampaikan Bapak-bapak pemimpin kita," ungkapnya.

Para pengemudi juga meminta pemerintah tidak hanya memperhatikan perusahaan aplikasi besar.

Mereka menegaskan bahwa pengemudi dari berbagai platform juga menghadapi persoalan serupa.

"Apa ini sebenarnya yang terjadi? Apakah para pembantu-pembantu presiden tidak mengetahui akar masalah yang sebenarnya? Ojol bukan hanya Gojek dan Grab. Ojol itu di Indonesia banyak, ini juga ojol, bukan tukang sapu," katanya.* (d/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ratusan Ojol Geruduk DPRD Sumut, Tagih Janji Potongan Aplikasi Maksimal 8 Persen
Sulaiman Harahap: Setiap Rupiah APBD Harus Berdampak, Pengadaan Barang/Jasa Wajib Transparan
Fraksi PAN Apresiasi WTP ke-9 Tanjab Timur, Soroti SILPA Rp81,8 Miliar
Meski Dilarang, Paviliun Pemko Pematangsiantar Promosikan Rokok Produksi PT STTC
Sumut Raih Penghargaan Adinata Syariah 2026, Bobby Nasution: Bukti Kontribusi untuk Ekonomi Nasional
Lebih Parah dari Langkat? DPRD-Palas Ungkap Dugaan Skandal Fee Proyek dan Pungli Jabatan di Padang Lawas
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru