BREAKING NEWS
Sabtu, 11 Juli 2026

Jalur Lembah Anai Ditargetkan Dibuka Penuh Akhir Juli 2026, Pemulihan Konektivitas Sumatera Barat Hampir Rampung

Raman Krisna - Kamis, 09 Juli 2026 21:50 WIB
Jalur Lembah Anai Ditargetkan Dibuka Penuh Akhir Juli 2026, Pemulihan Konektivitas Sumatera Barat Hampir Rampung
Jalur Padang–Bukittinggi melalui Lembah Anai. (foto: Dok. Satgas PRR)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PADANG Pemerintah menargetkan jalur nasional Lembah Anai di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali dibuka penuh untuk seluruh jenis kendaraan pada akhir Juli 2026.

Target tersebut menyusul progres rehabilitasi pascabencana hidrometeorologi yang kini telah mencapai lebih dari 95 persen.

Jalur Lembah Anai merupakan akses utama yang menghubungkan Kota Padang dengan wilayah tengah hingga utara Sumatera Barat.

Baca Juga:

Selama sekitar tujuh bulan terakhir, ruas jalan tersebut menjalani proses rehabilitasi akibat kerusakan yang ditimbulkan bencana hidrometeorologi.

Selama masa perbaikan, pemerintah tetap menjaga mobilitas masyarakat dengan memberlakukan pembukaan jalur secara terbatas untuk jenis kendaraan tertentu.

Kini, memasuki tahap akhir pekerjaan, konektivitas masyarakat dan distribusi logistik diharapkan segera kembali normal.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Noor Arias Syamsu, mengatakan seluruh pekerjaan fisik terus dipercepat agar target pembukaan penuh dapat terealisasi sesuai jadwal.

"Saat ini progres pekerjaan pemulihan Jalan Nasional di kawasan Lembah Anai telah mencapai lebih dari 95 persen. Kami optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada akhir Juli 2026 sehingga jalur ini dapat kembali dibuka untuk semua jenis kendaraan. Beberapa pekerjaan akhir yang masih dilakukan antara lain penyelesaian drainase, penguatan lereng, serta penyempurnaan fasilitas keselamatan jalan," ujar Noor Arias Syamsu.

Menurut Noor Arias, rehabilitasi tidak hanya berfokus pada perbaikan badan jalan yang rusak.

Pemerintah juga memperkuat berbagai infrastruktur pendukung agar jalur tersebut lebih aman dan memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap potensi bencana di masa mendatang.

Penguatan lereng, perbaikan sistem drainase, serta penyempurnaan fasilitas keselamatan jalan menjadi bagian dari upaya tersebut.

"Kami tidak hanya memperbaiki badan jalan yang rusak, tetapi juga memperkuat infrastruktur penunjang agar jalur ini lebih aman dan memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap potensi bencana di masa mendatang," katanya.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
UU Parpol Digugat ke MK, Minta Ketum Partai Tak Boleh Jadi Menteri hingga Presiden
Kabar Baik! Bahlil Pastikan Harga BBM B50 untuk Nelayan dan Petani Tetap Rp6.800 per Liter, Disubsidi Dana BPDP
Bobby Nasution Geram Tambang Ilegal di Sumut Kembali Muncul: Saat Ditertibkan Mereka Hilang, Besok Beroperasi Lagi
ISMI Jambi Dorong Generasi Muda Melayu Berdaya Saing Lewat Dialog Kepemudaan Bersama Dr. Yanhar dan Gubernur Al Haris
Harga Semen di Batu Bara Tembus Rp100.000 per Sak, Warga Pertanyakan Pengawasan Pemerintah
Rapat Paripurna LPJ Wali Kota Binjai Disorot, SOKSI Pertanyakan Kehadiran Anggota DPRD yang Tak Penuhi Kuorum
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru