BREAKING NEWS
Jumat, 04 September 2026

Bukan Sekadar Kenyang, Data Kemendikdasmen Buktikan Makan Bergizi Ampuh Bikin Siswa Fokus dan Berprestasi

Dharma - Jumat, 04 September 2026 11:37 WIB
Bukan Sekadar Kenyang, Data Kemendikdasmen Buktikan Makan Bergizi Ampuh Bikin Siswa Fokus dan Berprestasi
ilustrasi. (Foto: Dok. BGN)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Asupan makanan bergizi dan seimbang disebut dapat membantu mendukung kemampuan belajar serta prestasi anak di sekolah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyebut asupan gizi yang baik berkaitan dengan fungsi kognitif anak, termasuk konsentrasi dan daya ingat.

Informasi tersebut disampaikan Kemendikdasmen melalui akun Instagram resminya pada Jumat (4/9/2026). Penjelasan itu merujuk pada sejumlah temuan penelitian mengenai hubungan antara asupan gizi dan kemampuan kognitif anak.

Kemendikdasmen menyebut anak yang mendapatkan asupan protein, zat besi dan omega-3 secara cukup memiliki dukungan yang lebih baik terhadap konsentrasi, daya ingat serta pemahaman materi selama proses pembelajaran.

Baca Juga:

Selain zat gizi tersebut, kebutuhan kalori juga penting untuk menunjang pertumbuhan, perkembangan organ tubuh dan aktivitas anak sehari-hari.

Asupan energi yang cukup juga membantu menjaga kestabilan energi sepanjang hari sehingga anak tidak mudah merasa lelah atau mengantuk ketika mengikuti kegiatan belajar.

Bagaimana Komposisi Makanan Bergizi untuk Anak?
Kemendikdasmen mengingatkan pentingnya memperhatikan komposisi makanan dalam setiap porsi makan anak.

Pola makan seimbang dapat diterapkan dengan membagi isi piring menjadi makanan pokok, lauk pauk, sayuran dan buah-buahan.

Rekomendasi komposisi yang disampaikan meliputi:

- Sepertiga bagian makanan pokok.
- Seperenam bagian lauk pauk.
- Sepertiga bagian sayur-mayur.
- Seperenam bagian buah-buahan.
- Pola tersebut diharapkan membantu anak memperoleh beragam zat gizi yang dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan sekaligus aktivitas belajar.

MBG Disebut Kurangi Gangguan Belajar akibat Lapar
Selain pola makan bergizi secara umum, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga disebut memberikan dampak positif terhadap proses belajar siswa.

Kemendikdasmen menyatakan MBG dapat membantu mengurangi gangguan konsentrasi yang disebabkan rasa lapar sehingga siswa lebih siap mengikuti pembelajaran.

Temuan tersebut berasal dari survei evaluasi yang terintegrasi dalam program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH). Salah satu kebiasaan yang didorong dalam program tersebut adalah konsumsi makanan sehat dan bergizi.

Evaluasi dilakukan oleh Kemendikdasmen melalui Pusat Penguatan Karakter. Pengumpulan data dilakukan pada tahap baseline Mei-Juni 2025 hingga November-Desember 2025 dengan melibatkan 1.203.309 responden siswa secara nasional.

Hasil evaluasi menunjukkan sekolah penerima MBG mengalami penurunan gangguan belajar akibat lapar rata-rata 2,37 poin persentase lebih besar dibandingkan sekolah yang belum menerima program tersebut.

Di wilayah Indonesia Timur, perbedaannya tercatat lebih besar. Penurunan gangguan belajar akibat lapar pada sekolah penerima MBG mencapai 14,85 poin persentase lebih besar dibandingkan sekolah yang belum melaksanakan program tersebut.

Evaluasi Dilakukan Berbasis Data
Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami, mengatakan pemilihan responden dilakukan menggunakan pendekatan sampling sistematik.

Menurut Rusprita, sekolah pelaksana MBG dipilih secara acak dengan mempertimbangkan ketersediaan data awal dan akhir yang memadai.

Sekolah penerima MBG kemudian dipadankan dengan sekolah yang belum menjalankan program tersebut berdasarkan jenjang pendidikan, wilayah dan jumlah murid yang relatif sama.

"Pendekatan ini memperkuat validitas hasil sekaligus memastikan setiap rekomendasi kebijakan benar-benar berbasis data," kata Rusprita dalam keterangan tertulis, Kamis (19/2/2026).

Ia menilai hasil evaluasi tersebut menunjukkan bahwa intervensi gizi melalui MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar siswa.

Program tersebut juga dinilai dapat mendukung kesiapan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, terutama dengan mengurangi gangguan belajar yang muncul akibat rasa lapar.

Dengan demikian, makanan bergizi bukan hanya penting bagi pertumbuhan fisik anak. Pemenuhan kebutuhan gizi yang seimbang juga menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung konsentrasi, energi dan kesiapan anak dalam mengikuti pembelajaran di sekolah.* (k/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rebutan Duit Negara! Kemendikdasmen hingga Kemenhan 'Ngantre' Tambahan Anggaran Jumbo Tembus Ratusan Triliun
'Sekolah Enggak Boleh Berhenti!' Prabowo Perintahkan Tenda Militer Disulap Jadi Ruang Kelas Darurat di NTT
Bunda PAUD Medan dan Kemendikdasmen Rancang Regulasi Baru Percepat Wajib Belajar 13 Tahun
Legalitas Sekolah LPA Dipertanyakan, Publik Desak Kemendikdasmen Buka Data dan Beri Penjelasan Resmi
Kemendikdasmen Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah pada 2026, Libatkan 1,1 Juta Tenaga Kerja
Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah pada 2026, Fokus Percepatan di Daerah 3T
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru