Rupiah Tertekan ke Rp17.286 per Dolar AS, Sentimen Geopolitik dan Harga Minyak Jadi Biang Kerok
JAKARTA Nilai tukar rupiah kembali melemah pada penutupan perdagangan Kamis (23/4/2026). Rupiah ditutup turun 105 poin atau 0,61 persen
EKONOMI
Oleh: Yakub F. Ismail
WACANA penggunaan kendaraan produksi PT Pindad, Maung belakangan ramai diperbincangkan usai Presiden Prabowo Subianto mewajibkan para menteri dan juga pejabat lainnya untuk menggunakan kendaraan jenis jip tersebut.
Pernyataan itu dilontarkan Prabowo saat berpidato pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Oktober 2025, yang mengungkapkan bahwa Indonesia telah berhasil memproduksi kendaraan jenis jip yang digunakan oleh para pejabat dan perwira TNI.Baca Juga:
Ia mengaku kendaraan buatan anak negeri itu menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia karena dirancang dan dibuat di dalam negeri.
Tidak hanya itu, Prabowo juga menyampaikan agar penggunaan kendaraan tersebut diterapkan secara luas di lingkungan pemerintahan dan militer.
"Dan sebentar lagi saudara-saudara harus pakai Maung semua. Saya enggak mau tahu, yang mobil-mobil bagus pakai kalau libur saja. Ya pada saat saya enggak panggil kau bolehlah kau pakai mobil itu," tegas Prabowo.
Lantas, apa urgensi mendorong publik, kususnya kalangan pejabat untuk wajib menggunakan Maung sebagai kendaraan dinas, dan bagaimana dengan masyarakat biasa?
Sekilas Maung
Kendaraan taktis (rantis) Maung tidak muncul secara kebetulan. Mobil ini lahir dari rangkaian visi Indonesia untuk memiliki kendaraan tempur dan utilitas taktis yang mandiri secara industri. Mobil ini merupakan jenis rantis ringan 4×4 yang diproduksi oleh PT Pindad sebagai bagian dari diversifikasi produk alutsista dan otomotif nasional.
Adapun generasi terbaru dari varian kendaraan ini diluncurkan dengan nama "Maung" yang merupakan versi ketiga (MV3) yang memiliki spesifikasi mumpuni, dengan kecepatan hingga mencapai 120 km/jam, jarak tempuh hingga 500-800 km, dan bobot mencapai kurang lebih 2 ton lebih.
Mobil dengan kapasitas 4 orang ini dibuat dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai sekitar 70 persen. Ini berarti, hampir sebagian besar komponennya bersumber dari dalam negeri. TKDN mencakup kerangka bodi, sistem kendaraan, dan sebagian besar sistem pendukung lainnya.
Sedangkan, 30 persen lainnya yakni mesin atau kerangka dasar berasal dari Korea Selatan.
Bagi yang sudah mengenal kendaraan ini tentu mengakui sisi keunggulannya. Seperti diketahui, Maung menawarkan mobilitas tinggi di medan berat dan nonaspal. Karakteristik ini sangat jarang dimiliki jenis kendaraan lain yang lebih fokus ke jalan raya umum.
JAKARTA Nilai tukar rupiah kembali melemah pada penutupan perdagangan Kamis (23/4/2026). Rupiah ditutup turun 105 poin atau 0,61 persen
EKONOMI
JAKARTA Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa Danantara Indonesia tengah memb
NASIONAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Kamis (23/4/2026). IHSG anjlok 163 poin atau 2,16 pers
EKONOMI
JAKARTA Polemik pascavonis 7 tahun penjara terhadap aktor Ammar Zoni terus bergulir. Kali ini, kuasa hukum Ammar, Jon Mathias, melontark
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, memastikan pemerintah telah menyiapkan solusi terkait utang proyek
EKONOMI
JAKARTA Khalid Basalamah memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi ku
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA FBI daFBI dan Polri berhasil membongkar jaringan phishing global dalam operasi siber bersama yang telah berlangsung selama beberap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan Indonesia tidak akan memberlakukan pungutan biaya bagi kapal yang melintas di Selat Ma
INTERNASIONAL
JAKARTA Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo, menanggapi usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kewajiban kaderisasi partai bagi baka
POLITIK
KARAWANG Pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional tetap aman meski Indonesia berpotensi menghadapi fenomena El Nino ekstrem atau ya
EKONOMI