BREAKING NEWS
Jumat, 11 September 2026

Pengamat dan Fenomena Post Truth

- Rabu, 22 April 2026 08:21 WIB
Pengamat dan Fenomena Post Truth
Natalius Pigai, adalah Kritikus, Aktivis, Penulis dan Pejabat Pemerintah (Menteri HAM). (Foto: BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Wahai Pengamat! Kamu Para Pengamat! Rakyat ini sudah lama menderita, apakah kalian tahu bahwa rakyat yang hidup di pelosok nusantara ini hidup dari hasil usahanya, ketergantungan pada alam, hidup sangat autarkis, taken for granted atas anugerah Ilahi dengan sumber daya alam yang melimpah ruah di bumi nusantara, dengan sentuhan negara bisa hidup, bahkan lebih aman?

Mereka paham Presiden sedang bekerja sungguh-sungguh menurunkan harga pangan, sandang dan papan.

Boleh saja percaya diri berlagak pemilik kuasa intelektual dengan Percaya Diri (PD tinggi), sementara Indeks Prestasinya (IP) rendah tetapi hidup manunggaling kawulo gusti.

Perilaku yang memalukan karena negeri ini bukan monarki, juga bukan oligarki, yang kekuasaan hanya berpusat pada raja dan sekelompok orang.

Negeri ini Republik Indonesia, negeri milik bersama di mana kekuasaan berpusat pada rakyat Indonesia dan kami yang mengelola hanya diberi kedaulatan oleh rakyat (Summa Potestas, sive summum, sive imperium dominium).


Karena itu esensi dari negara demokrasi maka satu-satunya cara untuk memperbaiki bangsa ini adalah distribusi keadilan (distribution of justice), melalui distribusi kekuasaan (distribution of power) dan distribusi pembangunan (distribution of development) di seluruh Indonesia.

Dan itu hanya bisa dilakukan oleh Prabowo Subianto, pemimpin yang dipilih secara rasional dan masyarakat Madani dan 96 juta rakyat yang memilihnya.

Pengamat saat ini hanya menjadi gerombolan orang yang secara kolektif mengabaikan, menutupi, atau menyerang fakta-fakta tersebut. Mereka adalah gerombolan manusia yang ramai-ramai membunuh kebenaran.

Ramai-ramai membunuh kebenaran adalah ungkapan filosofis, yang menggambarkan fenomena post-truth, di mana kebenaran objektif kalah oleh emosi dan keyakinan pribadi yang didorong secara masif oleh banyak orang, sehingga orang yang mencoba jujur justru sering kali dikucilkan atau diserang.

Namun Kami tidak menyerah dan tidak akan kalah!* (news.detik.com)

*) Penulis adalah Kritikus, Aktivis, Penulis dan Pejabat Pemerintah

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Modal Usaha Rp100 Juta dari KUR BRI 2026, Ini Cara Ajukan dan Syaratnya
Wakil Wali Kota Medan Ajak Relawan Yakinkan Publik Soal RS Pemerintah: Kami Sudah Berbenah, Tak Seperti Dulu Lagi
UU PPRT Disahkan, Jadi Babak Baru Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
RI Kejar Investasi Rp 13.000 Triliun hingga 2029, Rosan Sebut Target dari Bappenas untuk Dorong Ekonomi 8 Persen
Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan PLTS, Fokus Kurangi Ketergantungan Pembangkit Diesel Nasional
Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tidak Naik, Inflasi dan Daya Beli Masyarakat Tetap Terjaga
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru