Kembangkan Kasus Korupsi Jalan di Sumut, KPK Periksa 5 Saksi di Padang Sidempuan
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil lima saksi untuk mendalami pengembangan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dan p
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh:Johan Rosihan
SUATU hari, staf saya menerima telepon dari Kementerian Kehutanan. Bukan untuk mengabarkan pencairan anggaran, bukan pula untuk membahas teknis pelaksanaan.
Isi telepon itu sederhana, namun menyimpan ironi yang dalam: program Kebun Bibit Rakyat (KBR) yang telah saya perjuangkan untuk masyarakat di ujung timur Pulau Sumbawa-Kabupaten Bima-diminta untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih dekat dengan kota.Baca Juga:
Alasannya? Kebijakan efisiensi telah memangkas anggaran survei lokasi, sehingga petugas tidak bisa lagi menjangkau daerah yang jauh.
Saya terdiam sejenak mendengar cerita itu.
Bukan karena marah, melainkan karena betapa terangnya logika yang sedang bekerja di balik keputusan tersebut: program yang justru dirancang untuk masyarakat yang paling jauh dari akses, paling jauh dari perhatian, dan paling membutuhkan kehadiran negara-dikorbankan demi anggaran perjalanan yang dianggap tidak efisien.
Ironis? Ya. Menggelikan? Sedikit. Namun, di balik kelucuan itu tersimpan persoalan serius yang harus kita bicarakan dengan jujur.
Program Kebun Bibit Rakyat bukan program sembarangan. Ia adalah skema negara untuk membantu masyarakat sekitar hutan agar bisa berpartisipasi dalam rehabilitasi lahan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan penghijauan.
Masyarakat Bima-yang hidup di kawasan dengan tutupan lahan kritis dan kerentanan bencana banjir bandang yang tinggi-adalah persis sasaran yang dituju program ini.
Memindahkan KBR ke lokasi yang lebih dekat dengan kota bukan hanya mengubah titik koordinat di peta; ia mengubah siapa yang akan menerima manfaat dan siapa yang kembali ditinggalkan.
Kata "efisiensi" kini menjadi mantra baru dalam tata kelola pemerintahan Indonesia. Ia diucapkan berulang-ulang, dijadikan justifikasi pemangkasan anggaran, penyederhanaan birokrasi, hingga penghapusan program-program yang dianggap tidak produktif.
Dalam logika ekonomi pasar, efisiensi memang terdengar rasional-bahkan mulia. Namun, ketika efisiensi diterapkan secara seragam di atas tanah yang serba tidak seragam, ia bisa berubah wajah: dari kebijakan yang menyelamatkan menjadi kebijakan yang meminggirkan.
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil lima saksi untuk mendalami pengembangan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dan p
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 115,44 poin atau 1,88 persen ke level 6.031 pada perdagangan Kamis (8/10/2026).
EKONOMI
JAKARTA Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (8/10/2026). Rupiah turun 28 poin at
EKONOMI
JAKARTA Istana menanggapi polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusan terkait
NASIONAL
JAKARTA Sidang perkara dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait isu ijazah Joko Widodo dengan terdakwa Tifauzia Tyassuma alias Dokte
POLITIK
MEDAN Seorang mahasiswa bernama Difo Rafael Andika Girsang meninggal dunia setelah terjatuh dari gedung Universitas Prima Indonesia (UNPRI
PERISTIWA
MEDAN Sebanyak 19 kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) terdampak kabut asap pada Kamis (8/10/2026). Kondisi tersebut membuat kualitas
NASIONAL
SOLO Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan keabsahan ijazah Wakil Presiden Gib
POLITIK
HALMAHERA TENGAH Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan keyakinannya terhadap masa depan Indonesia. Dia menyinggung pihakpihak yang sela
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengikuti sosialisasi Pelayanan Clearance Pejabat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) secara virtual, Kami
PEMERINTAHAN