Kembangkan Kasus Korupsi Jalan di Sumut, KPK Periksa 5 Saksi di Padang Sidempuan
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil lima saksi untuk mendalami pengembangan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dan p
HUKUM DAN KRIMINAL
Ketika anggaran infrastruktur dipangkas atas nama efisiensi, siapa yang paling merasakan dampaknya? Bukan mereka yang tinggal di kota-kota besar dengan ekosistem ekonomi yang sudah mapan.
Disparitas ini bukan sekadar angka statistik-ia adalah kenyataan hidup sehari-hari yang dirasakan oleh jutaan warga negara.
Seorang ibu di pelosok Bima yang harus menempuh perjalanan berjam-jam untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar, seorang anak di Sumbawa yang belajar di ruang kelas yang hampir roboh karena anggaran rehabilitasi sekolah ikut terpangkas, atau seorang petani yang terpaksa menjual hasil panennya dengan harga murah kepada tengkulak karena tidak ada jalan yang memadai menuju pasar-mereka semua adalah wajah nyata dari disparitas yang masih menganga itu.
Ironisnya, daerah-daerah dengan disparitas tertinggi justru paling rentan terhadap efek negatif kebijakan efisiensi yang seragam. Mereka tidak memiliki cadangan kapasitas yang bisa menambal ketika program negara dikurangi.
Di kota besar, pengurangan satu program bisa digantikan oleh inisiatif swasta atau masyarakat sipil yang sudah terorganisir. Di desa-desa terpencil, tidak ada pengganti itu. Ketika negara mundur, yang tertinggal hanya kekosongan.
Negara Kepulauan Butuh Logika yang Berbeda
Konstitusi kita menegaskan bahwa Indonesia adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kata "kesatuan" bukan hanya soal kedaulatan wilayah-ia adalah komitmen bahwa setiap warga negara, di mana pun ia berada, mendapat perlakuan dan perhatian yang setara dari negara. Kesatuan bukan keseragaman; kesatuan adalah keadilan yang kontekstual.
Maka, ketika efisiensi dijalankan tanpa mempertimbangkan konteks kewilayahan, ia justru mengancam semangat NKRI itu sendiri. Sebuah kebijakan yang efisien secara nasional bisa sangat tidak efisien-bahkan destruktif-secara lokal.
Memutus layanan penyuluhan pertanian di daerah terpencil demi penghematan anggaran, misalnya, bisa menyebabkan gagal panen yang nilai kerugiannya jauh melampaui angka yang "dihemat".
Memindahkan program KBR dari Bima ke pinggiran kota mungkin menghemat biaya survei, namun mengorbankan tujuan rehabilitasi hutan kritis yang jauh lebih mahal jika gagal ditangani.
Negara kepulauan membutuhkan logika kebijakan yang asimetris: memberikan lebih banyak kepada yang lebih membutuhkan, bukan menerapkan standar yang sama kepada semua.
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil lima saksi untuk mendalami pengembangan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dan p
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 115,44 poin atau 1,88 persen ke level 6.031 pada perdagangan Kamis (8/10/2026).
EKONOMI
JAKARTA Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (8/10/2026). Rupiah turun 28 poin at
EKONOMI
JAKARTA Istana menanggapi polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusan terkait
NASIONAL
JAKARTA Sidang perkara dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait isu ijazah Joko Widodo dengan terdakwa Tifauzia Tyassuma alias Dokte
POLITIK
MEDAN Seorang mahasiswa bernama Difo Rafael Andika Girsang meninggal dunia setelah terjatuh dari gedung Universitas Prima Indonesia (UNPRI
PERISTIWA
MEDAN Sebanyak 19 kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) terdampak kabut asap pada Kamis (8/10/2026). Kondisi tersebut membuat kualitas
NASIONAL
SOLO Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan keabsahan ijazah Wakil Presiden Gib
POLITIK
HALMAHERA TENGAH Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan keyakinannya terhadap masa depan Indonesia. Dia menyinggung pihakpihak yang sela
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengikuti sosialisasi Pelayanan Clearance Pejabat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) secara virtual, Kami
PEMERINTAHAN