Kembangkan Kasus Korupsi Jalan di Sumut, KPK Periksa 5 Saksi di Padang Sidempuan
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil lima saksi untuk mendalami pengembangan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dan p
HUKUM DAN KRIMINAL
Indonesia bukan negara daratan yang kompak. Ia adalah negara kepulauan terbesar di dunia-17.000 lebih pulau, 270 juta lebih jiwa, ratusan bahasa, dan ribuan adat istiadat yang hidup dalam ekosistem geografis yang sangat berbeda satu sama lain.
Di sinilah persoalannya: efisiensi yang dirumuskan dari pusat kerap mengabaikan realitas pinggiran yang sesungguhnya jauh lebih kompleks dari yang tampak di dalam spreadsheet anggaran.
Efisiensi untuk Siapa?
Setiap kali kita bicara efisiensi dalam anggaran negara, pertanyaan mendasar yang harus diajukan adalah: efisiensi diukur dari mana, dan untuk siapa?
Dari perspektif Jakarta, memangkas anggaran perjalanan dinas, menyederhanakan satuan kerja, atau mengkonsolidasi lembaga adalah langkah yang masuk akal.
Angka-angka fiskal membaik. Laporan terlihat rapi. Namun, dari perspektif seorang nelayan di Pulau Medang, Sumbawa-yang bergantung pada penyuluh perikanan yang kantornya baru saja "diefisiensi"-pemangkasan itu berarti hilangnya satu-satunya jembatan antara ia dan negara.
Inilah paradoks yang jarang disadari: negara yang sedang berhemat di pusat bisa secara bersamaan sedang boros di pinggiran-boros dalam bentuk hilangnya peluang, tumbuhnya ketidakpercayaan, dan membesarnya kesenjangan yang kelak jauh lebih mahal untuk dipulihkan.
Satu pos anggaran perjalanan dinas yang dipangkas hari ini bisa berbuah ratusan miliar biaya pemulihan bencana, konflik sosial, atau kemiskinan struktural di kemudian hari.
Lebih jauh, efisiensi yang tidak kontekstual sesungguhnya juga tidak efisien secara ekonomi. Ketika program pembibitan dipindahkan dari daerah kritis ke wilayah yang sudah lebih maju, manfaat ekologisnya merosot tajam.
Ketika penyuluh pertanian ditarik dari desa terpencil, produktivitas petani menurun, ketahanan pangan lokal melemah, dan pada akhirnya negara harus mengeluarkan anggaran subsidi yang lebih besar. Efisiensi yang salah tempat hanya memindahkan beban, bukan menghilangkannya.
Contoh lain yang tidak kalah menggelikan datang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Program bimbingan teknis bagi masyarakat pesisir-yang materinya sangat praktikal: pengolahan hasil tangkapan, diversifikasi produk perikanan, teknik pengemasan dan penyimpanan-kini diselenggarakan via Zoom. Lagi-lagi, alasannya efisiensi.
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil lima saksi untuk mendalami pengembangan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dan p
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 115,44 poin atau 1,88 persen ke level 6.031 pada perdagangan Kamis (8/10/2026).
EKONOMI
JAKARTA Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (8/10/2026). Rupiah turun 28 poin at
EKONOMI
JAKARTA Istana menanggapi polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusan terkait
NASIONAL
JAKARTA Sidang perkara dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait isu ijazah Joko Widodo dengan terdakwa Tifauzia Tyassuma alias Dokte
POLITIK
MEDAN Seorang mahasiswa bernama Difo Rafael Andika Girsang meninggal dunia setelah terjatuh dari gedung Universitas Prima Indonesia (UNPRI
PERISTIWA
MEDAN Sebanyak 19 kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) terdampak kabut asap pada Kamis (8/10/2026). Kondisi tersebut membuat kualitas
NASIONAL
SOLO Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan keabsahan ijazah Wakil Presiden Gib
POLITIK
HALMAHERA TENGAH Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan keyakinannya terhadap masa depan Indonesia. Dia menyinggung pihakpihak yang sela
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengikuti sosialisasi Pelayanan Clearance Pejabat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) secara virtual, Kami
PEMERINTAHAN