Kembangkan Kasus Korupsi Jalan di Sumut, KPK Periksa 5 Saksi di Padang Sidempuan
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil lima saksi untuk mendalami pengembangan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dan p
HUKUM DAN KRIMINAL
Anggaran perjalanan petugas ke lapangan dianggap terlalu besar. Maka jadilah nelayan dan ibu-ibu pengolah ikan di kampung pesisir terpencil diminta menyimak pelatihan cara mengolah ikan melalui layar ponsel-di wilayah yang sinyal internetnya saja masih terputus-putus.
Bayangkan absurditas itu sejenak. Bimbingan teknis pengolahan ikan pada hakikatnya adalah ilmu tangan: bagaimana memilah, membersihkan, memberi bumbu, mengemas, dan menyimpan produk dengan benar agar bernilai jual lebih tinggi.
Ia membutuhkan demonstrasi langsung, tanya jawab yang cair, dan pendamping yang bisa memegang tangan peserta saat praktik berlangsung. Menggantikan semua itu dengan rapat daring bukan hanya mengurangi efektivitas-ia menghapusnya sama sekali.
Yang tersisa hanyalah laporan kegiatan yang terisi, anggaran yang "efisien", dan masyarakat pesisir yang pulang ke rumah tanpa satu pun keterampilan baru yang benar-benar mereka kuasai.
Yang lebih memprihatinkan, logika efisiensi seringkali bekerja dengan bias yang tidak disadari: ia cenderung menguntungkan mereka yang sudah memiliki infrastruktur, kapasitas, dan kedekatan dengan pusat kekuasaan.
Dalam konteks Indonesia, itu berarti Jawa-dan lebih spesifik lagi, kota-kota besar. Wilayah yang sudah maju semakin mudah dijangkau program, sementara wilayah yang masih tertinggal justru semakin sulit karena biaya operasionalnya dianggap tidak efisien.
Inilah lingkaran setan yang diam-diam diperparah oleh kebijakan efisiensi yang tidak memiliki dimensi keadilan wilayah.
Disparitas yang Masih Menganga
Data tidak berbohong. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) antara provinsi tertinggi dan terendah di Indonesia masih memperlihatkan jurang yang dalam. Akses listrik, air bersih, layanan kesehatan, dan pendidikan berkualitas masih sangat tidak merata.
Kawasan Indonesia Timur-termasuk Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua-masih tertinggal dalam hampir semua indikator kesejahteraan, bahkan setelah puluhan tahun reformasi dan desentralisasi fiskal berjalan.
Konektivitas pun demikian. Biaya logistik di kepulauan terpencil bisa empat hingga enam kali lipat lebih tinggi dibanding Pulau Jawa. Petani di Sumbawa harus menanggung ongkos angkut yang besar agar produk pertaniannya bisa bersaing di pasar nasional.
Nelayan di pulau-pulau kecil kehilangan daya tawar karena infrastruktur cold chain tidak tersedia.
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil lima saksi untuk mendalami pengembangan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dan p
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 115,44 poin atau 1,88 persen ke level 6.031 pada perdagangan Kamis (8/10/2026).
EKONOMI
JAKARTA Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (8/10/2026). Rupiah turun 28 poin at
EKONOMI
JAKARTA Istana menanggapi polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusan terkait
NASIONAL
JAKARTA Sidang perkara dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait isu ijazah Joko Widodo dengan terdakwa Tifauzia Tyassuma alias Dokte
POLITIK
MEDAN Seorang mahasiswa bernama Difo Rafael Andika Girsang meninggal dunia setelah terjatuh dari gedung Universitas Prima Indonesia (UNPRI
PERISTIWA
MEDAN Sebanyak 19 kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) terdampak kabut asap pada Kamis (8/10/2026). Kondisi tersebut membuat kualitas
NASIONAL
SOLO Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan keabsahan ijazah Wakil Presiden Gib
POLITIK
HALMAHERA TENGAH Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan keyakinannya terhadap masa depan Indonesia. Dia menyinggung pihakpihak yang sela
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengikuti sosialisasi Pelayanan Clearance Pejabat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) secara virtual, Kami
PEMERINTAHAN