Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Oleh:Moh Samsul Arifin
PERINGATAN Hari Bhayangkara ke-80 digelar di Bogor, Jawa Barat, 1 Juli 2026.
Selain pada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang sedang ulang tahun, tatapan mata dan perhatian telinga publik juga tertuju pada Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga:
Saya termasuk yang menunggu apa yang bakal disampaikan orang nomor satu Republik.
Sekurang-kurangnya ada dua hal yang ditekankan Presiden Prabowo dalam amanat atau pidatonya di acara HUT ke-80 Polri itu.
Pertama, Polri harus menjadi penjaga demokrasi yang dewasa.
"Menjamin setiap warga negara dapat menyampaikan pendapatnya secara damai, dan pada saat yang sama menjaga agar hukum tetap tegak dan ketertiban tetap terpelihara," kata Presiden Prabowo.
Kedua, Presiden sekali lagi mengingatkan tentang perlunya kewaspadaan terhadap kepentingan asing.
"Janganlah demokrasi dibajak oleh mereka-mereka yang punya uang banyak. Janganlah demokrasi kita dirusak oleh kepentingan-kepentingan asing," tuturnya.
Yang pertama, Presiden menegaskan jika Polri adalah aktor atau pelaku aktif untuk menjaga demokrasi agar tumbuh dewasa.
Dan yang kedua, jika tidak hati-hati, demokrasi bisa dibajak dan dirusak oleh dua kekuatan, yakni mereka yang memiliki "uang banyak" serta "kepentingan-kepentingan asing".
Setelah mendengar wejangan Presiden itu, saya membuka UU 5/2026 yang baru disahkan pada 9 Juni 2026 itu.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.