"Sudah 100 persen kembali normal. Ini yang disampaikan PLN kepada kami pemerintah provinsi," kata Bobby di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
Bobby menjelaskan, proses pemulihan sempat memerlukan waktu beberapa jam sesuai estimasi yang disampaikan PLN. Namun, seluruh jaringan kini telah pulih dan kembali beroperasi normal.
Selama masa gangguan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Forkopimda serta unsur TNI/Polri disebut telah menyiapkan sejumlah langkah darurat, termasuk penyediaan titik pengisian daya listrik (electrical point) dengan dukungan genset di beberapa lokasi strategis.
"Karena listrik padam, sinyal juga terganggu. Jadi kita siapkan electrical point agar masyarakat tetap bisa berkomunikasi," ujarnya.
Meski demikian, Bobby mengakui blackout tersebut menimbulkan dampak ekonomi di sejumlah sektor, termasuk peternakan dan perikanan yang bergantung pada fasilitas pendingin (cold storage).
Pemerintah, kata dia, akan melakukan pemetaan kerugian secara menyeluruh.
"Kita akan lihat dampaknya sejauh mana. Apakah bisa ditangani pemerintah provinsi atau perlu koordinasi dengan pemerintah pusat," kata Bobby.
Ia juga menegaskan, layanan publik prioritas seperti rumah sakit dan fasilitas vital lainnya menjadi fokus utama selama proses pemulihan berlangsung agar tidak mengalami gangguan lanjutan.
"Yang paling penting layanan dasar tetap berjalan. Sektor ekonomi juga kita minta tetap dijaga semaksimal mungkin," ujarnya.
Sebelumnya, blackout di Sumatera bagian utara terjadi pada 22 Mei 2026 dan berdampak luas pada aktivitas masyarakat, termasuk layanan komunikasi, usaha kecil, hingga industri.*
(km/ad)
Editor
: Raman Krisna
Blackout Sumatera Utara Pulih 100 Persen, Bobby Nasution Minta Evaluasi Dampak Ekonomi