Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Menurutnya, integritas menjadi modal penting agar seseorang mampu bertahan dan berkembang di dunia kerja.
"Saya berharap jangan begitu sudah masuk kerja, integritasnya hilang. Bawa pelatihan hari ini jadi bekal, buat integritas di dalam diri, dan seriuslah dalam bekerja. Jika kita punya skill, komunikasi baik, dan integritas tinggi, perusahaan yang akan mencari kita," tambah Rico Waas.
Selain mendorong masyarakat memasuki dunia kerja formal, Rico Waas juga melihat peluang besar di sektor usaha mandiri dan UMKM.
Ia mencontohkan tingginya permintaan jasa penata rias saat pelaksanaan kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), sehingga menunjukkan bahwa sektor jasa kreatif memiliki prospek yang menjanjikan jika didukung promosi melalui media sosial.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Medan juga membuka peluang kerja ke luar negeri sebagai salah satu solusi mengurangi angka pengangguran.
Menurut Rico, pemerintah menggandeng Bank BJB untuk membantu pembiayaan calon tenaga kerja yang akan mengikuti pelatihan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) sebelum diberangkatkan ke negara tujuan, termasuk Jepang sebagai tenaga caregiver.
"Kita perlu bekerja maksimal, tidak hanya di Kota Medan saja yang ruangnya bisa jadi sudah penuh. Wirausaha kita dorong, lapangan kerja di luar juga kita buka, agar seluruh masyarakat Kota Medan mendapatkan penghasilan untuk memberikan dampak baik bagi keluarganya," pungkas Rico.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramadan, mengatakan program pelatihan tahun ini difokuskan pada peningkatan kompetensi sekaligus kepastian penyerapan tenaga kerja di dunia industri.
Sebanyak 100 peserta mengikuti lima jenis pelatihan yang terdiri atas pelatihan barista khusus penyandang disabilitas sebanyak 20 peserta, pelatihan operator forklift sebanyak 20 peserta, dua paket pelatihan safety riding yang diikuti 40 peserta, serta pelatihan tata kecantikan dengan 20 peserta.
"Selanjutnya pelatihan Safety Riding (2 Paket): Diikuti oleh 40 orang peserta dengan masa pelaksanaan selama 7 hari, terhitung mulai 6 Juli 2026 dan Pelatihan Tata Kecantikan: Diikuti oleh 20 orang peserta dengan masa pelaksanaan selama 18 hari, terhitung mulai 6 Juli 2026," ucap Ramadan.
Ia menjelaskan seluruh peserta yang lulus nantinya akan memperoleh sertifikasi profesi, mulai dari sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Surat Izin Operasional (SIO), hingga Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai bidang pelatihan masing-masing.
Ramadan juga mengungkapkan bahwa Dinas Ketenagakerjaan telah menjalin komunikasi dengan perusahaan-perusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja sehingga lulusan pelatihan memiliki peluang kerja yang lebih besar.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.