Jokowi Respons Santai Klaim JK: “Saya Orang Kampung, Bukan Siapa-Siapa”
SOLO Wakil Presiden ke10 dan ke12 RI, Jusuf Kalla (JK), kembali menyinggung perannya dalam perjalanan politik Joko Widodo hingga menja
POLITIK
JAKARTA –Ketegangan memuncak di depan Gedung DPR RI hari ini saat sejumlah massa yang sedang berdemo melaksanakan salat Ashar berjemaah di Jalan Gatot Subroto, yang kini telah ditutup. Aksi ini merupakan bagian dari protes besar-besaran menolak revisi Undang-Undang Pilkada, yang dianggap mengabaikan putusan Mahkamah Konstitusi.
Pantauan kumparan, Kamis sore, terlihat sekitar enam saf jemaah yang khusyuk melaksanakan salat Ashar di tengah situasi yang tegang. Demonstrasi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa dari berbagai kampus, termasuk mahasiswa Trisakti yang berjumlah antara 400 hingga 500 orang.
Massa yang melaksanakan salat berjemaah ini menunjukkan solidaritas dan kedamaian di tengah ketegangan, memberikan simbol perlawanan yang damai di saat situasi semakin memburuk. Salat tersebut menjadi momen refleksi bagi para demonstran yang bertahan di depan dan belakang gedung DPR, meskipun berada di bawah tekanan.
Sejak pagi, aksi massa berlangsung panas. Demonstran berhasil merobohkan gerbang di pintu masuk mobil belakang DPR dan merobek pagar depan gedung. Namun, meski telah membuat kemajuan signifikan, mereka tidak bisa memasuki area gedung secara penuh. Barikade polisi yang terdiri dari puluhan personel berjaga dengan ketat, mencegah massa untuk merangsek lebih dalam.
Kepolisian yang hadir di lokasi berusaha keras untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Upaya mereka termasuk penggunaan barikade dan mobil barakuda untuk menghalau demonstran. Sementara itu, di depan gedung, pagar DPR juga telah dijebol oleh massa, namun petugas kepolisian berhasil menahan upaya lebih lanjut dari para demonstran.
Keberanian massa untuk melaksanakan salat Ashar di tengah ketegangan mencerminkan tekad mereka dalam menuntut perubahan yang mereka anggap penting. Aksi ini tidak hanya menunjukkan komitmen terhadap tujuan mereka tetapi juga upaya untuk menjaga ketertiban dan menunjukkan bahwa protes mereka memiliki dimensi spiritual dan sosial yang mendalam.
Aksi hari ini mencerminkan intensitas dan keberagaman tuntutan dari masyarakat terhadap revisi Undang-Undang Pilkada. Demonstrasi ini juga menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh pihak kepolisian dalam mengelola kerumunan besar di area sensitif seperti gedung DPR, dan menyoroti ketegangan yang terus berlangsung antara massa dan aparat keamanan.
Sementara itu, situasi di depan DPR masih belum sepenuhnya kondusif dan massa terus bertahan di lokasi, berharap untuk menjangkau tujuan mereka dan menyampaikan aspirasi mereka dengan lebih efektif. Aksi ini menunjukkan betapa kuatnya dorongan masyarakat untuk terlibat dalam proses demokrasi dan penegakan hukum yang adil.
(N/014)
SOLO Wakil Presiden ke10 dan ke12 RI, Jusuf Kalla (JK), kembali menyinggung perannya dalam perjalanan politik Joko Widodo hingga menja
POLITIK
LANGKAT Kasus hukum yang menjerat seorang siswi berinisial L (15) di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, akhirnya berujung damai. L sebel
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kegiatan Halal Bihalal Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) Sumatera Utara berujung ricuh pada Ming
PERISTIWA
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyoroti insiden ricuh dalam kegiatan halal bi halal alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim
PERISTIWA
DEMAK Ratusan santri di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi menu dalam program Makan Be
NASIONAL
JAKARTA Badan Legislasi DPR RI membahas penguatan kewenangan Badan Satu Data Indonesia (BSDI) dalam rancangan undangundang Satu Data In
NASIONAL
BATU BARA Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku melaksanakan kegiatan apel pagi di halaman depan lapas dengan penuh khidmat, yang diikuti oleh selu
NASIONAL
BANDA ACEH Badan Bahasa Kemendikdasmen melakukan pemantauan pemanfaatan bantuan buku di SD Muhammadiyah 1 Banda Aceh, Senin, 20 April 20
PENDIDIKAN
TOBA SAMOSIR PT Indonesia Asahan Aluminium menyalurkan berbagai bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di ka
NASIONAL
MALUKU TENGGARA Kepolisian mengungkap motif di balik kasus penusukan yang menewaskan Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus
HUKUM DAN KRIMINAL