Berhentilah Memprovokasi Negeri
Oleh Prof Dr Ahmad Sihabudin M.SiDI TENGAH derasnya arus informasi, kita hidup pada sebuah zaman ketika kabar bergerak lebih cepat daripada
OPINI
JAKARTA –Ketegangan memuncak di depan Gedung DPR RI hari ini saat sejumlah massa yang sedang berdemo melaksanakan salat Ashar berjemaah di Jalan Gatot Subroto, yang kini telah ditutup. Aksi ini merupakan bagian dari protes besar-besaran menolak revisi Undang-Undang Pilkada, yang dianggap mengabaikan putusan Mahkamah Konstitusi.
Pantauan kumparan, Kamis sore, terlihat sekitar enam saf jemaah yang khusyuk melaksanakan salat Ashar di tengah situasi yang tegang. Demonstrasi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa dari berbagai kampus, termasuk mahasiswa Trisakti yang berjumlah antara 400 hingga 500 orang.
Massa yang melaksanakan salat berjemaah ini menunjukkan solidaritas dan kedamaian di tengah ketegangan, memberikan simbol perlawanan yang damai di saat situasi semakin memburuk. Salat tersebut menjadi momen refleksi bagi para demonstran yang bertahan di depan dan belakang gedung DPR, meskipun berada di bawah tekanan.
Sejak pagi, aksi massa berlangsung panas. Demonstran berhasil merobohkan gerbang di pintu masuk mobil belakang DPR dan merobek pagar depan gedung. Namun, meski telah membuat kemajuan signifikan, mereka tidak bisa memasuki area gedung secara penuh. Barikade polisi yang terdiri dari puluhan personel berjaga dengan ketat, mencegah massa untuk merangsek lebih dalam.
Kepolisian yang hadir di lokasi berusaha keras untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Upaya mereka termasuk penggunaan barikade dan mobil barakuda untuk menghalau demonstran. Sementara itu, di depan gedung, pagar DPR juga telah dijebol oleh massa, namun petugas kepolisian berhasil menahan upaya lebih lanjut dari para demonstran.
Keberanian massa untuk melaksanakan salat Ashar di tengah ketegangan mencerminkan tekad mereka dalam menuntut perubahan yang mereka anggap penting. Aksi ini tidak hanya menunjukkan komitmen terhadap tujuan mereka tetapi juga upaya untuk menjaga ketertiban dan menunjukkan bahwa protes mereka memiliki dimensi spiritual dan sosial yang mendalam.
Aksi hari ini mencerminkan intensitas dan keberagaman tuntutan dari masyarakat terhadap revisi Undang-Undang Pilkada. Demonstrasi ini juga menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh pihak kepolisian dalam mengelola kerumunan besar di area sensitif seperti gedung DPR, dan menyoroti ketegangan yang terus berlangsung antara massa dan aparat keamanan.
Sementara itu, situasi di depan DPR masih belum sepenuhnya kondusif dan massa terus bertahan di lokasi, berharap untuk menjangkau tujuan mereka dan menyampaikan aspirasi mereka dengan lebih efektif. Aksi ini menunjukkan betapa kuatnya dorongan masyarakat untuk terlibat dalam proses demokrasi dan penegakan hukum yang adil.
(N/014)
Oleh Prof Dr Ahmad Sihabudin M.SiDI TENGAH derasnya arus informasi, kita hidup pada sebuah zaman ketika kabar bergerak lebih cepat daripada
OPINI
JAKARTA Tabel KUR BRI 2026 menjadi salah satu informasi yang banyak dicari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhk
EKONOMI
JAKARTA Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu momen penting yang dinantikan umat Islam setiap tahun. Peringatan ini menjadi kese
AGAMA
Oleh Dahlan IskanKEMATIAN Winda dan Sutrimo terus menjadi polemik karena disangkutkan dengan penanganan kasus korupsi.Dibuat dengan AIWin
OPINI
MUSI BANYUASIN Menteri Koperasi Ferry Juliantono meresmikan Pabrik Kelapa Sawit milik KUD Sejahtera di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra
EKONOMI
JAKARTA Polemik mengenai Patriot Bond dan Merah Putih Bond memasuki pembahasan yang lebih luas. Perdebatan tidak hanya menyangkut kemamp
EKONOMI
BATAM Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mengikuti Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda Regional Sumatera 2
PEMERINTAHAN
ASAHAN Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, bersama sejum
INTERNASIONAL
ASAHAN Wakil Bupati Asahan Rianto membuka Rapat Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Asahan Tahun 2026 di Aula Melati Kantor Bupati Asa
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memperkuat komitmen pemerataan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik hingga ke wilayah t
PEMERINTAHAN