Kejagung Sita 104,4 Ton Timah Milik Terpidana Aon, Negara Bersiap Lelang Aset
JAKARTA Kejaksaan Agung menyita lebih dari 104 ton komoditas timah milik terpidana Tamron alias Aon dalam perkara korupsi dan tindak pid
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri, mengeluarkan seruan tegas kepada aparat Kepolisian Republik Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia untuk menghentikan intimidasi terhadap rakyat Indonesia.
Dalam kampanye akbar pasangan Ganjar-Mahfud di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta pada Sabtu (3/2/2024), Megawati menegaskan bahwa PDI-P adalah partai politik yang sah dan berhak untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum (pemilu).
“Mari kita ingat! Hei polisi, jangan lagi melakukan intimidasi terhadap rakyatku! Hei tentara, jangan lagi mengintimidasi rakyatku! PDI Perjuangan adalah partai yang sah di republik ini,” ujar Megawati dengan tegas, disambut sorak sorai pendukungnya.
Megawati menegaskan bahwa pemilu adalah hak rakyat Indonesia, dan bukan milik dari aparat keamanan. “Artinya, kami memiliki hak untuk berpartisipasi dalam pemilu. Pemilihan umum adalah hak rakyat, bukan milik kalian, ingat!” tambahnya dengan penuh semangat.
Dalam pidatonya, Megawati juga menyampaikan ketidakpuasannya terhadap intimidasi yang dilakukan aparat keamanan terhadap rakyat selama masa kampanye menuju Pemilu 2024. Ia menyinggung kasus-kasus seperti penangkapan politikus Partai Persatuan Indonesia, Aiman Witjaksono, serta insiden penganiayaan terhadap relawan pasangan Ganjar-Mahfud di Gunungkidul beberapa waktu lalu.
“Saya tidak bisa lagi bersabar, karena saya melihat bahwa aparat telah diarahkan untuk menakut-nakuti rakyat selama masa Pemilu 2024,” ungkap Megawati. Megawati menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan dengan adil bagi semua warga negara Indonesia, tanpa terkecuali, baik itu presiden, menteri, tentara, atau polisi.
“Saya tidak bisa menerima penggunaan kekuasaan untuk menakut-nakuti rakyat Indonesia. Semua warga negara memiliki hak yang sama dalam hukum konstitusi kita yang dibuat oleh para pendiri dan pejuang kita,” tandasnya dengan penuh keberanian.
Megawati juga menyerukan agar rakyat tidak takut akan intimidasi yang dilakukan aparat karena hukum seharusnya melindungi segenap warga negara Indonesia. “Siapapun orangnya, jika merasa sebagai warga negara Indonesia, maka sebenarnya kita tidak boleh dibagi-bagi hanya karena keinginan untuk mempertahankan kekuasaan,” pungkas Megawati dengan tegas.
(FZ)
JAKARTA Kejaksaan Agung menyita lebih dari 104 ton komoditas timah milik terpidana Tamron alias Aon dalam perkara korupsi dan tindak pid
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Krisis iklim dan kerusakan lingkungan dinilai tidak lagi dapat diatasi hanya melalui pendekatan ilmiah. Dibutuhkan sinergi antar
NASIONAL
BENER MERIAH Pemerintah pusat bersama Pemerintah Aceh memperkuat koordinasi untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana
NASIONAL
MEDAN Persidangan dugaan korupsi proyek pengadaan papan tulis pintar (smartboard) Kota Tebing Tinggi mengungkap adanya dugaan aliran dan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Peradi Bersatu menegaskan putusan praperadilan yang diajukan Roy Suryo terkait kasus dugaan penyebaran tudingan ijazah palsu Pre
HUKUM DAN KRIMINAL
BENER MERIAH Langkah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera memperkuat struktur Jembat
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Waas mendorong setiap majelis taklim di Kota Medan memiliki program kerja yang nyata, berkelanjutan, dan lang
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan penataan kawasan Belawan tidak bisa lagi dilakukan secara bertahap atau parsia
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membantah informasi yang menyebut istri dan anak Menteri PU Dody Hanggodo, yakni Irma Hermawati
NASIONAL
JAKARTA PT PLN (Persero) mengungkap dampak ekonomi akibat pemadaman listrik atau blackout yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera pada
EKONOMI