Shelly Muria Rizky, membagikan pengalamannya mengenai jurusan kuliah yang berpeluang besar membantu lulusan asing meraih status PR lebih cepat pada laman akun instagram.(Foto: Google)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
JAKARTA - Australia masih menjadi salah satu negara favorit bagi warga Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi, bekerja, hingga menetap secara permanen. Namun, mendapatkan izin tinggal permanen atau permanent resident (PR) di Negeri Kanguru bukanlah hal yang mudah.
Businesswoman asal Indonesia yang telah menetap di Australia sejak 2003, Shelly Muria Rizky, membagikan pengalamannya mengenai jurusan kuliah yang berpeluang besar membantu lulusan asing meraih status PR lebih cepat.
"Kalau kamu ambil jurusan ini, peluang untuk dapat kerja dan sponsor setelah lulus jadi lebih besar, karena Australia memang butuh tenaga kerja di bidang itu," tulis Shelly dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, @shelly_m_rizky.
Shelly menjelaskan, kebutuhan tenaga kerja di beberapa sektor di Australia saat ini masih tinggi, sementara jumlah tenaga kerja lokal yang memenuhi kualifikasi masih terbatas. Kondisi tersebut membuat pemerintah Australia lebih terbuka terhadap tenaga kerja dari luar negeri untuk mengisi kekosongan tersebut.
"Supply dan demand-nya belum seimbang. Karena itu, Australia banyak buka kesempatan buat tenaga kerja dari luar untuk bantu memenuhi kebutuhan itu. Makanya peluang PR jadi lebih besar juga," ujarnya kepada Kompas.com.
1. Keperawatan dan Kesehatan Profesi di bidang kesehatan seperti perawat, bidan, dokter gigi, dan apoteker masih menjadi kebutuhan utama di Australia. Negara tersebut tengah menghadapi kekurangan tenaga medis di berbagai wilayah, sehingga lulusan di bidang ini memiliki peluang besar untuk mendapat PR.
2. Teknologi Informasi (IT) Industri digital Australia berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Lulusan jurusan software engineering, data analytics, dan cyber security kini banyak dicari perusahaan maupun instansi pemerintah.
3. Teknik (Engineering) Jurusan teknik—mulai dari teknik sipil, mesin, listrik, hingga pertambangan—masih menjadi salah satu bidang paling menjanjikan. Banyaknya proyek pembangunan infrastruktur dan aktivitas pertambangan di Australia membuat lulusan teknik sangat dibutuhkan.
4. Pendidikan Profesi guru, terutama di bidang early childhood education serta pengajaran sains dan matematika, termasuk yang paling dicari. Menurut Shelly, banyak warga lokal Australia yang enggan berkarier sebagai guru, sehingga membuka peluang besar bagi tenaga pengajar dari luar negeri.
5. Trade atau Pekerjaan Terampil (Vocational) Pekerjaan seperti chef, tukang listrik, tukang las, hingga tukang kayu sering dianggap remeh, namun di Australia profesi ini justru sangat dihargai dan bergaji tinggi. Pemerintah Australia terus membuka lowongan untuk pekerja terampil di sektor ini.
Shelly menekankan, bagi mereka yang berencana kuliah dengan tujuan akhir mendapatkan PR, sebaiknya memilih jurusan yang termasuk dalam Skilled Occupation List(SOL) Australia.