Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Menurutnya, setiap pelanggaran dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kesehatan siswa sebagai penerima manfaat.
Ia menilai evaluasi menyeluruh perlu dilakukan terhadap seluruh tahapan operasional SPPG, mulai dari pemilihan bahan baku, kebersihan dapur, proses memasak, pengemasan, hingga distribusi makanan.
Langkah tersebut dinilai penting agar makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar memenuhi standar keamanan pangan dan layak dikonsumsi.
DPRD Pesawaran juga meminta BGN tidak mengabaikan setiap laporan maupun temuan yang berkaitan dengan pelaksanaan program.
Jika hasil investigasi membuktikan adanya pelanggaran prosedur, Lenida menilai tindakan tegas perlu segera diberikan.
Selain berdampak pada kesehatan siswa, Lenida menilai dugaan keracunan tersebut berpotensi memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program strategis nasional.
"Ini juga menjadi perhatian luas di masyarakat dan memberi citra buruk terhadap Program MBG yang merupakan program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto," ucap Lenida.
Menurutnya, Program MBG memiliki tujuan penting untuk meningkatkan pemenuhan gizi anak-anak sekolah.
Karena itu, pelaksanaannya harus dijaga melalui pengawasan yang ketat, evaluasi rutin, dan tindakan korektif terhadap penyelenggara yang tidak menjalankan standar operasional.
Lenida berharap Badan Gizi Nasional segera mengambil langkah setelah hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium selesai.
Sebelumnya, puluhan siswa di Kecamatan Tegineneng dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari Program MBG.
Namun, Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran belum menyimpulkan penyebab pasti kejadian tersebut.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.