BREAKING NEWS
Kamis, 14 Mei 2026

Mentan Amran Ungkap Alasan Libatkan TNI-Polri dalam Program Swasembada Pangan

Adelia Syafitri - Kamis, 14 Mei 2026 16:14 WIB
Mentan Amran Ungkap Alasan Libatkan TNI-Polri dalam Program Swasembada Pangan
Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri panen raya jagung di Tanete Riattang, Kabuptane Bone, Sulawesi Selatan Jumat (16/5/2025). (foto: a.amran_sulaiman/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan alasan pemerintah melibatkan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (TNI dan Polri) dalam program swasembada pangan nasional.

Menurut Amran, keterlibatan aparat diperlukan untuk mencegah potensi persoalan hingga dugaan praktik yang merugikan petani dan peternak lokal.

Pernyataan itu disampaikan Amran saat menghadiri Panen Raya Kedelai Ketahanan Pangan TNI AL 2026 bertema Menuju Swasembada Nasional di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Kamis, 14 Mei 2026.

Baca Juga:

Amran mencontohkan persoalan yang pernah dialami peternak susu lokal yang terpaksa membuang hasil produksi mereka karena kalah bersaing dengan susu impor.

"Kenapa susu dibuang? Karena lebih murah susu dari New Zealand, lebih murah dari Amerika," kata Amran.

Menurut dia, produk impor memiliki keunggulan dari sisi teknologi produksi dan suplai dalam jumlah besar sehingga peternak lokal kesulitan bersaing di pasar domestik.

Amran mengatakan pemerintah kemudian memanggil pelaku industri susu karena dinilai belum memiliki kewajiban menyerap hasil produksi peternak lokal.

Ia menilai kondisi tersebut berpotensi memicu keresahan sosial jika dibiarkan berlarut-larut.

"Kenapa TNI terlibat? Kenapa Polri terlibat? Karena kita mencegah kejahatan di hulu," ujarnya.

Amran menilai sektor pertanian memiliki peran strategis terhadap stabilitas ekonomi nasional karena berkaitan langsung dengan kehidupan jutaan masyarakat.

Karena itu, pemerintah berupaya memastikan hasil produksi petani dan peternak lokal terserap maksimal sebelum membuka ruang impor.

"Kami tidak akan keluarkan rekomendasi impor sebelum susu peternak diserap," katanya.

Kebijakan serupa juga diterapkan terhadap komoditas kedelai.

Menurut Amran, target swasembada kedelai sulit tercapai tanpa keterlibatan Perum Bulog dan koperasi dalam menyerap hasil panen petani.

"Kedelai tidak mungkin swasembada kalau Bulog dan koperasi tidak menyerap hasil petani," ujar dia.

Kegiatan panen raya tersebut turut dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi.*


(km/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
LPEM UI Kritik Angka Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Sebut Ada Indikasi “Halusinasi Statistik”
Indonesia Masih Impor 2,47 Juta Ton Kedelai, Amran: Kalau Ini Beres, Kita Resmi Berdaulat Pangan
RI Akan Ekspor Pupuk ke Australia di Tengah Gejolak Global, Mentan Sebut Stok Nasional Surplus
Harga Pangan Hari Ini Masih Merangkak Naik, Cabai Rawit Hampir Sentuh Rp70 Ribu per Kg
Stok Beras Nasional Diproyeksi Tembus 5,5 Juta Ton Akhir Mei 2026, Mentan Amran Sebut Tertinggi Sepanjang Sejarah RI
Pengangguran di Sumatera Utara Mulai Turun, Program MBG Disebut Ikut Bantu Serap Tenaga Kerja
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru