BREAKING NEWS
Senin, 25 Mei 2026

Petani Tebu Teriak! HPP Gula Tak Naik 3 Tahun, Harga Pupuk Naik Dua Kali Lipat

Dharma - Senin, 25 Mei 2026 18:28 WIB
Petani Tebu Teriak! HPP Gula Tak Naik 3 Tahun, Harga Pupuk Naik Dua Kali Lipat
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Namun mereka juga meminta agar Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen dievaluasi atau dihapus agar harga di pasar lebih fleksibel.

Menurut Soemitro, secara historis harga gula ideal berada pada kisaran 1,5 kali harga beras.

Dengan asumsi harga beras Rp12.500 per kilogram, maka harga gula seharusnya berada di sekitar Rp18.000 per kilogram.

Sekretaris Jenderal APTRI M. Nur Khabsyin menambahkan, kenaikan biaya produksi tidak hanya berasal dari pupuk, tetapi juga BBM, transportasi, hingga upah tenaga kerja.

Namun HPP gula sebesar Rp14.500 per kilogram tidak berubah sejak 2024.

"Kita sudah tiga musim giling ini HPP tidak naik. Ini sangat tidak rasional karena semua biaya naik," ujarnya.

Ia menyebut, pupuk kini menyumbang sekitar 15–20 persen dari total biaya produksi tebu.

Dalam kondisi saat ini, biaya garap lahan 1 hektare bisa mencapai sekitar Rp50 juta, dengan pupuk sebagai komponen utama.

APTRI pun mendesak pemerintah segera melakukan penyesuaian kebijakan agar keberlanjutan produksi gula nasional tetap terjaga di tengah tekanan biaya produksi yang terus meningkat.*


(cb/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemerintah Siapkan 11.512 Proyek Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera, Anggaran Tembus Rp100,1 Triliun
Blackout Sumatera Utara Pulih 100 Persen, Bobby Nasution Minta Evaluasi Dampak Ekonomi
Pemko Medan Terima Sapi Kurban Presiden Prabowo Seberat 1 Ton, Siap Disembelih di Belawan
Blackout 27 Jam di Sumbagut Picu Kerugian Ekonomi dan Korban Jiwa, Publik Desak PLN Bertanggung Jawab
Pemko Tanjungbalai Gelar Perpisahan untuk Asisten Administrasi dan Umum, Plh Wali Kota Sampaikan Apresiasi
2.886 Pohon Ditebang untuk Proyek BRT Mebidang, Rico Waas: Akan Diganti dengan 61 Ribu Pohon
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru