Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Namun mereka juga meminta agar Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen dievaluasi atau dihapus agar harga di pasar lebih fleksibel.
Menurut Soemitro, secara historis harga gula ideal berada pada kisaran 1,5 kali harga beras.
Dengan asumsi harga beras Rp12.500 per kilogram, maka harga gula seharusnya berada di sekitar Rp18.000 per kilogram.
Sekretaris Jenderal APTRI M. Nur Khabsyin menambahkan, kenaikan biaya produksi tidak hanya berasal dari pupuk, tetapi juga BBM, transportasi, hingga upah tenaga kerja.
Namun HPP gula sebesar Rp14.500 per kilogram tidak berubah sejak 2024.
"Kita sudah tiga musim giling ini HPP tidak naik. Ini sangat tidak rasional karena semua biaya naik," ujarnya.
Ia menyebut, pupuk kini menyumbang sekitar 15–20 persen dari total biaya produksi tebu.
Dalam kondisi saat ini, biaya garap lahan 1 hektare bisa mencapai sekitar Rp50 juta, dengan pupuk sebagai komponen utama.
APTRI pun mendesak pemerintah segera melakukan penyesuaian kebijakan agar keberlanjutan produksi gula nasional tetap terjaga di tengah tekanan biaya produksi yang terus meningkat.*
(cb/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.