Aziziyah Jadi Sektor Akomodasi Haji Terbesar di Makkah, Tampung Lebih dari 21.500 Jemaah Indonesia
MAKKAH Pemerintah menetapkan lima wilayah utama sebagai basis akomodasi jemaah haji Indonesia di Makkah pada penyelenggaraan haji 1447 H
AGAMA
MEDAN - Di tengah kegalauan publik atas arah demokrasi Indonesia yang kian kabur oleh polarisasi dan pragmatisme politik, Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara (LHKP-PWMSU) kembali menggelar diskusi politik bulanan.
Diskusi dengan tema "Politik Kepartaian dan Masa Depan Bangsa" itu, berlangsung pagi ini, Sabtu (12/7), di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah PWM Sumut, Jalan Sisingamangaraja, Medan.
Diskusi yang berlangsung hangat ini menghadirkan tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang—akademisi, peneliti independen, dan politisi lintas partai.
Di antaranya Dr Warjio dari Universitas Sumatera Utara (USU), Dr Faisal Riza dari UIN Sumatera Utara, Dr Mujahiddin dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Dr Soetarso dari PDI-P, Dr Amsal Nasution dari PKS, Edisaputra dari PAN, Budi Setiawan Siregar dari Partai Gerindra, Djamaluddin Pohan dari Partai Ummat, dan Ahmad Arif dari Partai Demokrat. Diskusi dipandu oleh moderator Dr Sahran Saputra.
Ketua LHKP-PWMSU, Shohibul Anshor Siregar menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi intelektual Muhammadiyah dalam mengarusutamakan dialog yang tercerahkan.
"Diskusi ini bukan sekadar refleksi. Tetapi bagian dari upaya merawat kewarasan publik dalam melihat politik secara substansial, bukan hanya seremonial dan elektoral," ujar Siregar.
Menurutnya, Muhammadiyah tengah menyiapkan landasan pemikiran yang kokoh menjelang Muktamar tahun 2027 yang akan digelar di Medan. Melalui diskusi-diskusi tematik bulanan ini, LHKP-PWMSU menghimpun gagasan-gagasan bening dari para akademisi dan peneliti independen, yang akan dijadikan masukan penting dalam perumusan arah perjuangan ke depan.
Politik Kepartaian, Cermin Kegamangan Bangsa
Diskusi kali ini memusatkan perhatian pada dinamika politik kepartaian yang semakin kehilangan akar ideologis dan terjebak dalam pusaran kekuasaan jangka pendek. Sejumlah pembicara menyoroti lemahnya partai politik dalam menjalankan fungsi kaderisasi, pendidikan politik, serta keterhubungan dengan rakyat.
Dalam konteks itu, Siregar menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak akan bersikap apatis, tetapi justru hadir untuk menawarkan optimisme yang rasional.
"Kita tidak sedang mencari musuh, tapi mencari sebab. Mengapa bangsa ini, yang dahulu lebih unggul dari Tiongkok dan India dalam berbagai ukuran kecuali jumlah penduduk, justru kini tertinggal? Jawabannya ada pada ketidakmampuan melakukan dekolonisasi," papar Siregar.
Ia merujuk pada pandangan tokoh-tokoh seperti Frantz Fanon, Edward Said, dan Gayatri Spivak dalam menjelaskan bagaimana mentalitas terjajah yang belum selesai menjadi penghambat utama pembangunan nasional. Ia juga mengutip pemikiran ekonom seperti almarhum Faisal Basri dan Sritua Arief, serta sastrawan Mochtar Lubis yang melihat krisis karakter dan moral sebagai akibat dari ketidaksadaran sejarah bangsa.
MAKKAH Pemerintah menetapkan lima wilayah utama sebagai basis akomodasi jemaah haji Indonesia di Makkah pada penyelenggaraan haji 1447 H
AGAMA
JAKARTA Anggota Komisi XI DPR RI Erik Hermawan mendorong penguatan investor domestik sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergan
EKONOMI
JAKARTA Realisasi investasi Indonesia pada kuartal I2026 tercatat mencapai Rp498,79 triliun. Angka tersebut melampaui target pemerintah
EKONOMI
JAKARTA Polemik kewajiban pembayaran pesangon kepada ratusan mantan pekerja PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) kembali menjadi sorotan pub
NASIONAL
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierli mengingatkan pentingnya kesiapan lulusan perguruan tinggi dalam menghadapi perubahan
PENDIDIKAN
BANDA ACEH Prakiraan cuaca di wilayah Provinsi Aceh pada hari ini didominasi kondisi berawan di sebagian besar daerah, dengan potensi hu
NASIONAL
MEDAN Prakiraan cuaca wilayah Sumatera Utara pada hari ini didominasi kondisi hujan ringan yang melanda sebagian besar kabupaten/kota. S
NASIONAL
JAKARTA Prakiraan cuaca wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada hari ini didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan di sejumlah titi
NASIONAL
BANDUNG Sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Barat pada hari ini diprakirakan mengalami kondisi cuaca yang didominasi hujan ringan hingga b
NASIONAL
YOGYAKARTA Sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada hari ini terpantau mengalami kondisi cuaca bervariasi, mulai dari h
NASIONAL