Kasus Keracunan MBG di Sumut Naik Empat Kali Lipat, Ombudsman Desak BGN Evaluasi Pengawasan
MEDAN Kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Utara (Sumut) meningkat empat kali lipat sepanjang 20
NASIONAL
JAKARTA – Partai NasDem menilai tidak perlu adanya lembaga khusus yang mengawasi proses kaderisasi partai politik (parpol) seperti yang diusulkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). NasDem menegaskan, kaderisasi merupakan bagian inti yang harus diperkuat di internal partai.
Kapoksi NasDem Komisi II DPR RI Ujang Bey mengatakan, regenerasi dan kaderisasi adalah fungsi utama partai politik dalam menjalankan peran politiknya di masyarakat.
"Dalam sebuah organisasi, regenerasi itu suatu keniscayaan, apalagi partai politik. Secara fungsi jelas ada rekrutmen politik (kaderisasi) dan pendidikan politik," kata Ujang kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).Baca Juga:
Ia menambahkan, partai politik yang ingin berkembang dan memenangkan pemilu harus memiliki sistem kaderisasi yang baik dan terarah agar dapat diterima masyarakat.
Ujang juga mencontohkan salah satu program internal NasDem, yakni Akademi Bela Negara (ABN), yang berfungsi sebagai wadah pendidikan politik dan pembentukan karakter kader.
"Melalui program tersebut, kader dibekali pemahaman kehidupan bernegara dan berpartai," ujarnya.
Lebih lanjut, Ujang membuka peluang kerja sama dengan KPK dalam hal pencegahan tindak pidana korupsi melalui pendidikan politik bagi kader partai.
Menurutnya, pembekalan sejak dini penting agar kader memahami aturan dan etika dalam dunia politik.
"Ke depan perlu juga kerja sama dengan KPK untuk memberikan pembekalan pencegahan korupsi," katanya.
Meski demikian, Ujang menegaskan bahwa tidak perlu dibentuk lembaga pengawas khusus kaderisasi parpol. Ia menilai, kekuatan partai justru terletak pada kualitas kader yang dibentuk dari internal.
"Tidak perlu ada lembaga pengawas kaderisasi. Kalau ingin menang pemilu, lakukan kaderisasi dengan baik. Kekuatan partai ada di kaderisasi," tegasnya.
Sebelumnya, KPK mengusulkan pembentukan lembaga pengawasan kaderisasi partai politik untuk menekan praktik mahar politik yang berpotensi memicu korupsi.
MEDAN Kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Utara (Sumut) meningkat empat kali lipat sepanjang 20
NASIONAL
MEDAN Kisruh pengelolaan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) AlHikmah Medan kembali mencuat. Persoalan tersebut mencakup status kepemimpi
NASIONAL
PEKANBARU Yayasan Jaga Riau Indonesia mendesak Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau dan Gubernur Riau segera mengambil langkah konkre
NASIONAL
MEDAN Kota Medan mengalami penurunan permukaan tanah sekitar 33 milimeter atau 3,3 sentimeter per tahun. Angka tersebut terungkap dalam
NASIONAL
JAKARTA Suroso Isnandar ditunjuk sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero), menggantikan Darmawan Prasodjo. Pergantian pimpinan perusahaan
NASIONAL
JAKARTA Terdakwa Don Ritto alias Idon menilai jaksa penuntut umum (JPU) mencampuradukkan honorarium advokat, kegiatan bisnis, dan hubung
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) MedanBinjaiDeli Serdang (Mebidang) mulai berdampak pada aktivitas pengguna jalan di Kota
NASIONAL
BENER MERIAH Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM)
PENDIDIKAN
JAKARTA Tawuran antarkelompok remaja terjadi di Jalan Raya Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, pada Selasa malam, 13 Oktober 2026.
HUKUM DAN KRIMINAL
KOTA TEGAL Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar sosialisasi penguatan program pencegahan korupsi berbasis risiko di lingkungan P
PEMERINTAHAN