Gol Dramatis Mikel Merino Antar Spanyol Singkirkan Portugal ke Perempat Final Piala Dunia 2026
DALLAS Timnas Spanyol memastikan tiket ke perempat final Piala Dunia 2026 usai menundukkan Portugal dengan skor tipis 10 pada babak 16 be
OLAHRAGA
JAKARTA – Polemik mengenai keterlibatan Didit Hediprasetyo Foundation (DHF) sebagai sponsor penyelenggaraan ARTJOG terus menuai perhatian. Direktur Eksekutif Indonesian Initiative for Strategic and Policy Studies (INISIATOR), Yakub F. Ismail, menilai publik perlu membedakan secara tegas antara dukungan pendanaan terhadap kegiatan seni dengan dugaan intervensi terhadap kebebasan berekspresi.
Yakub mengatakan, pandangan yang mengaitkan keterlibatan DHF dengan posisi Didit Hediprasetyo sebagai putra Presiden Prabowo Subianto merupakan hal yang dapat dipahami sebagai bagian dari dinamika publik. Namun, menurutnya, menyimpulkan bahwa kehadiran yayasan tersebut merupakan bentuk intervensi kekuasaan terhadap ruang seni merupakan penilaian yang terlalu dini.
"Menurut saya, kita perlu membedakan secara tegas antara dukungan dari sebuah yayasan dengan upaya untuk mengintervensi karya seni. Menarik kesimpulan adanya upaya intervensi kekuasaan melalui kehadiran DHF adalah sesuatu yang terburu-buru," kata Yakub di Jakarta, Senin (6/7).Baca Juga:
Ia menilai keterlibatan DHF seharusnya dipandang sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan ekosistem seni, bukan representasi kepentingan politik. Yakub juga mengingatkan bahwa Didit Hediprasetyo telah lama dikenal sebagai desainer dan pelaku industri kreatif dengan rekam jejak di bidang seni dan desain, jauh sebelum Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
Menurut Yakub, dukungan terhadap penyelenggaraan festival seni merupakan praktik yang lazim di berbagai negara. Pendanaan dapat berasal dari yayasan, lembaga filantropi, maupun sektor swasta selama tidak disertai upaya mengendalikan isi maupun arah kebebasan berkarya para seniman.
Ia menegaskan bahwa keberadaan sponsor tidak serta-merta menghilangkan independensi dunia seni. Yang lebih penting, kata dia, adalah menjaga batas yang jelas antara dukungan pendanaan dengan intervensi terhadap kemerdekaan berekspresi.
"Hal yang perlu dilakukan adalah menjaga batas yang tegas antara dukungan pendanaan dan intervensi kemerdekaan berkarya atau berekspresi," ujarnya.
Yakub menambahkan, ruang seni harus tetap menjadi ruang yang netral dan bebas dari kepentingan politik maupun simbolik. Menurutnya, keberlanjutan ekosistem seni tidak hanya membutuhkan dukungan pendanaan, tetapi juga komitmen semua pihak untuk menjaga independensi dan kebebasan berekspresi.
"Ekosistem seni memerlukan dukungan yang luas. Namun, dukungan tersebut harus mampu membatasi diri agar ruang seni tetap netral dan merdeka. Itulah hakikat kesenian yang harus kita jaga bersama," tutupnya.* (dh)
DALLAS Timnas Spanyol memastikan tiket ke perempat final Piala Dunia 2026 usai menundukkan Portugal dengan skor tipis 10 pada babak 16 be
OLAHRAGA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi, di Istana Mer
NASIONAL
JAKARTA Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) dijadwalkan membacakan putusan gugatan praperadilan yang diajukan Roy Suryo terkait s
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi XIII DPR RI, Mafirion, mendesak pemerintah mengusut tuntas kasus tewasnya seorang ibu hamil bernama Melkiana Duwita
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Agama (Kemenag) mulai menyusun materi edukasi sebagai langkah pencegahan terhadap penyebaran budaya lesbian, gay, bisek
PEMERINTAHAN
ASAHAN Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin secara resmi melepas Kontingen Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Asahan yang akan mengi
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim memimpin Rapat Koordinasi Pemerintah (Rakorpem) di lingkungan Pemerintah Kota (Pem
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nas
PEMERINTAHAN
MEDAN Sidang lanjutan dugaan korupsi pengadaan Papan Tulis Interaktif (PTI) atau Smartboard senilai Rp29,5 miliar di Dinas Pendidikan Ka
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH Pemerintah Aceh kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan memborong sembilan penghargaan pada ajang Anugerah Adinata
PEMERINTAHAN