BREAKING NEWS
Sabtu, 11 Juli 2026

Menag Nasaruddin Umar: Belajar Al-Qur'an Bukan Sekadar Menambah Ilmu, tetapi Mendekatkan Diri kepada Allah

Abyadi Siregar - Sabtu, 11 Juli 2026 15:24 WIB
Menag Nasaruddin Umar: Belajar Al-Qur'an Bukan Sekadar Menambah Ilmu, tetapi Mendekatkan Diri kepada Allah
Menag Nasaruddin Umar saat menghadiri Wisuda Akbar Program I'dadi, Tahsin, dan Tahfidz Pondok Pesantren Al-Qur'an dan Sains Nurani Tahun Ajaran 2025–2026 di Ronatama Convention Hall, Depok, Jabar, Sabtu (11/7/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

DEPOK – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa tujuan utama mempelajari Al-Qur'an bukan hanya untuk menambah pengetahuan, melainkan sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menurutnya, ilmu yang dipelajari tanpa landasan spiritual berpotensi kehilangan arah.

Pesan itu disampaikan Nasaruddin Umar saat menghadiri Wisuda Akbar Program I'dadi, Tahsin, dan Tahfidz Pondok Pesantren Al-Qur'an dan Sains Nurani Tahun Ajaran 2025–2026 di Ronatama Convention Hall, Depok, Jawa Barat, Sabtu (11/7/2026).

Baca Juga:

"Dalam Islam itu ilmu bukan untuk ilmu, tetapi ilmu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena itu ayat pertama berbunyi Iqra' bismi rabbika, bukan sekadar iqra' saja," ujar Nasaruddin Umar.

Menurut Menag, frasa Iqra' bismi rabbika mengandung makna bahwa aktivitas membaca, meneliti, dan mencari ilmu harus selalu dilandasi kesadaran akan kehadiran Allah.

Karena itu, pendidikan tidak cukup hanya mengejar kecerdasan intelektual, tetapi juga harus memiliki nilai-nilai ketuhanan sebagai fondasi.

"Kalau pendidikan tanpa bismillahirrahmanirrahim, itu berbahaya. Di pesantren ada iqra' dan ada bismillahirrahmanirrahim. Artinya ilmu selalu dikaitkan dengan Allah," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin Umar juga mengajak para santri untuk terus memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur'an.

Ia menilai menghafal Al-Qur'an merupakan langkah yang sangat mulia, tetapi proses belajar tidak boleh berhenti pada hafalan semata.

"Anda menghafal Al-Qur'an jangan berhenti pada hafalan. Teruslah belajar agar memahami makna, isyarat, hingga hikmah yang terkandung di dalamnya," ujarnya.

Menurutnya, Al-Qur'an memiliki lapisan makna yang sangat luas.

Oleh karena itu, setiap muslim perlu terus belajar agar mampu memahami pesan-pesan yang terkandung di dalamnya secara lebih mendalam, tidak hanya sebatas makna tekstual.

Ia juga mengutip pandangan para ulama yang menyebut Al-Qur'an memiliki berbagai tingkatan pemahaman, mulai dari makna lahiriah hingga hakikat yang lebih dalam.

Dalam sambutannya, Menag turut mengulas makna Surat Al-'Alaq ayat 1–5 sebagai wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, ayat tersebut menunjukkan bahwa Islam sejak awal menempatkan budaya membaca sebagai fondasi penting dalam kehidupan.

Namun, ia menegaskan bahwa perintah membaca dalam Al-Qur'an tidak berdiri sendiri, melainkan selalu disertai kesadaran spiritual melalui kalimat bismi rabbika.

"Jangan dipahami hanya iqra' saja, tetapi Iqra' bismi rabbika. Membaca atas nama Tuhanmu. Itu yang membedakan pendidikan Islam dengan pendidikan yang hanya mengejar ilmu pengetahuan semata," jelasnya.

Pada bagian lain sambutannya, Nasaruddin Umar menyebut Al-Qur'an hingga kini tetap menjadi salah satu kitab yang paling banyak dibaca, dicetak, dan dipelajari di dunia.

Menurutnya, minat mempelajari Al-Qur'an tidak hanya datang dari kalangan umat Islam, tetapi juga dari banyak ilmuwan dan masyarakat nonmuslim yang ingin memahami isi kandungannya.

"Al-Qur'an adalah rahmat bagi seluruh alam. Peminat Al-Qur'an bukan hanya umat Islam, tetapi juga banyak dari kalangan nonmuslim yang mempelajarinya," ujar Menag.

Menutup sambutannya, Nasaruddin Umar berpesan agar para santri yang telah diwisuda tidak berhenti belajar Al-Qur'an.

Ia juga mengajak mereka untuk selalu mendoakan kedua orang tua yang telah berjuang mendukung pendidikan anak-anaknya.

"Jangan pernah berhenti belajar Al-Qur'an. Doakan juga orang tua agar diberikan kesehatan, kekuatan, dan rezeki sehingga bisa terus mendukung pendidikan kalian sampai setinggi-tingginya," pesannya.

Wisuda Akbar Program I'dadi, Tahsin, dan Tahfidz Pondok Pesantren Al-Qur'an dan Sains Nurani Tahun Ajaran 2025–2026 diikuti para santri yang telah menyelesaikan jenjang pembelajaran Al-Qur'an, mulai dari tahap persiapan membaca, tahsin, hingga tahfidz.

Acara tersebut turut dihadiri Pemimpin Pondok Pesantren Tahfidz Nurani KH M. Ilyas Marwal, Direktur Pesantren Kementerian Agama Basnang Said, para pengasuh pesantren, ulama, tokoh masyarakat, serta orang tua santri.* (km/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Viral Joget Pakai Seragam Dinas, Tiga Personel Satpol PP dan WH Bireuen Jalani Pemeriksaan
Khutbah Jumat di Aceh Besar: Muhasabah Diri dan Keluarga Jadi Bekal Menuju Akhirat
Momentum 1 Muharam, Rico Waas Dorong Warga Bangun Medan dari Hal Sederhana
Demo Hari Ini di Jakarta Pusat, Polisi Kerahkan 1.069 Personel Gabungan
Ketegangan Selat Hormuz Memanas, AS Cabut Izin Ekspor Minyak Iran
Kemenag Siapkan Materi Edukasi Cegah Penyebaran LGBT, Libatkan Tokoh Agama
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru