JAKARTA — Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia (Wamentan RI), Sudaryono, menyampaikan empat persoalan utama yang selama ini dikeluhkan oleh para petani kepada Presiden Prabowo Subianto.
Hal tersebut disampaikannya dalam sambutannya pada acara peringatan Hari Ulang Tahun ke-2 Garuda TV yang digelar di Sarinah, Jakarta Pusat, Jumat (8/8).
Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono menjelaskan bahwa berdasarkan temuan di lapangan dan laporan langsung dari para petani, ada empat masalah pokok yang menjadi kendala dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
"Rata-rata, secara statistik, ada empat hal yang menjadi persoalan petani. Pertama, kebutuhan bibit atau benih yang baik. Kedua, ketersediaan pupuk yang cukup. Ketiga, kebutuhan akan air atau irigasi. Dan keempat, persoalan harga yang kerap jatuh saat panen raya," ujar Sudaryono.
Ia menambahkan bahwa keempat hal tersebut telah langsung dilaporkan kepada Presiden Prabowo untuk segera ditindaklanjuti.
Respons dari Presiden pun disebut sangat cepat dan konkret.
"Kemudian itu kami laporkan ke Presiden, dan semua, empat-empatnya, diselesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya," ucapnya.
Sebagai bentuk solusi langsung, Presiden Prabowo, kata Sudaryono, telah menyetujui penambahan pasokan pupuk nasional yang semula hanya setengah kebutuhan, menjadi 100 persen atau setara 95 juta ton.
"Dipenuhi pupuknya, dari yang tadinya hanya setengah, kini jadi 100 persen. Ini langkah besar untuk petani," ungkap Wamentan.
Tak hanya itu, pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp12 triliun untuk program revitalisasi saluran irigasi di seluruh Indonesia.
Revitalisasi tersebut meliputi seluruh jaringan irigasi, dari waduk hingga irigasi primer dan sekunder.
"Irigasi dianggarkan Rp12 triliun. Tahun ini irigasi semua direvitalisasi. Kalau ada yang kurang, akan dilanjutkan di tahun depan dan seterusnya," tegas Sudaryono.
Program revitalisasi ini menjadi bagian dari upaya Presiden dalam memastikan keberlanjutan pertanian nasional serta menjaga ketahanan pangan secara menyeluruh.
Wamentan menegaskan bahwa semua langkah tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap sektor pertanian, sekaligus bukti keseriusan Presiden dalam menangani keluhan petani secara cepat dan konkret.
"Presiden berkomitmen kuat untuk membenahi seluruh persoalan petani dalam waktu sesingkat-singkatnya. Ini merupakan bagian dari visi besar menuju swasembada dan kedaulatan pangan nasional," pungkasnya.
Dengan langkah-langkah yang telah dimulai, harapannya para petani di seluruh pelosok tanah air dapat lebih sejahtera, produktif, dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi tantangan pertanian modern.*
(km.a008)
Editor
:
Wamentan Buka-bukaan 4 Masalah Utama Petani ke Prabowo, Apa Saja?