Kemlu RI Pastikan Selat Malaka Tetap Terbuka dan Aman, Jalur Pelayaran Global Stabil
JAKARTA Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan Selat Malaka tetap terbuka, aman, dan stabil sebagai jalur pelayaran internasional d
INTERNASIONAL
JAKARTA — PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mendukung percepatan pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Aceh Tamiang dengan memastikan ketersediaan infrastruktur kelistrikan di seluruh unit yang telah selesai dibangun.
Penyediaan listrik menjadi bagian penting dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, perusahaan memastikan setiap unit Huntara yang rampung dapat langsung dialiri listrik secara aman dan andal.Baca Juga:
Menurut dia, kehadiran listrik menjadi syarat utama agar hunian dapat segera ditempati warga.
"Begitu bangunan selesai, kami pastikan listriknya siap menyala. Ini agar masyarakat bisa segera tinggal dengan aman dan nyaman," kata Darmawan dalam keterangan tertulis, Jumat, 2 Januari 2026.
PLN telah membangun jaringan listrik, gardu trafo, serta memasang kilowatt-hour (kWh) meter di setiap unit Huntara Aceh Tamiang.
Infrastruktur tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik hunian maupun fasilitas umum di kawasan tersebut.
Darmawan bersama Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, juga meninjau langsung progres pembangunan Huntara dan kesiapan infrastruktur kelistrikan di lokasi pada Kamis, 1 Januari 2026.
Ia menegaskan, listrik yang andal menjadi bagian dari upaya pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.
"Kami memahami warga tidak hanya kehilangan rumah, tetapi juga rasa aman. Listrik yang stabil menjadi salah satu fondasi untuk memulihkan aktivitas sehari-hari," ujarnya.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan sebanyak 600 unit Huntara di Aceh Tamiang akan diserahkan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026.
Hunian tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak banjir bandang dan longsor.
Sementara itu, Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan bahwa pembangunan Huntara secara nasional ditargetkan mencapai 15.000 unit dalam tiga bulan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ia menilai sinergi antar-BUMN, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah mampu mempercepat proses pemulihan pascabencana.
"Huntara bukan hanya solusi sementara, tetapi menjadi jembatan menuju hunian permanen dan pemulihan ekonomi masyarakat," kata Rosan.*
(k/dh)
JAKARTA Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan Selat Malaka tetap terbuka, aman, dan stabil sebagai jalur pelayaran internasional d
INTERNASIONAL
JAKARTA Sebanyak 1.700 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dihentikan sementara operasionalnya setelah ditemukan pelanggaran berupa pen
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan memastikan pembangunan jembatan penghubung antarwilayah di Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Medan Polonia,
NASIONAL
JAKARTA Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan tidak terjadi aksi penarikan dana besarbesaran (bank rush) di Indonesia meski konflik di
EKONOMI
MEDAN Seorang pria berinisial IA alias Panjol (35) ditangkap polisi usai terlibat dalam kasus pencurian sepeda motor dan perusakan rumah w
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Tentara Nasional Indonesia (TNI) meningkatkan kewaspadaan di wilayah penugasan Lebanon menyusul gugurnya empat prajurit dalam rang
NASIONAL
NEW YORK Sekretaris Jenderal Perserikatan BangsaBangsa (PBB) Antonio Guterres menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit TNI, Prak
INTERNASIONAL
JAKARTA Ketahanan energi Indonesia dinilai tetap tangguh di tengah gejolak global. Penilaian ini merujuk pada laporan lembaga keuangan int
EKONOMI
JAKARTA TNI Angkatan Darat tengah memproses pemulangan jenazah prajurit TNI, Praka Rico Pramudia, yang gugur saat menjalankan misi perdama
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah menargetkan tambahan penerimaan negara hingga Rp20 triliun sampai Rp30 triliun dari penertiban rokok ilegal. Untuk menc
EKONOMI