BREAKING NEWS
Jumat, 20 Maret 2026

Rupiah Pagi Ini Menguat Tipis ke Rp16.733, Investor Masih Waspada Sentimen Global

Raman Krisna - Rabu, 28 Januari 2026 09:51 WIB
Rupiah Pagi Ini Menguat Tipis ke Rp16.733, Investor Masih Waspada Sentimen Global
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (28/1/2026) pagi ini.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.04 WIB, rupiah naik 0,21% ke posisi Rp16.733 per dolar AS.

Penguatan ini terjadi seiring pergerakan mata uang Asia lainnya, meski pasar tetap berhati-hati menghadapi sejumlah risiko global dan domestik.

Baca Juga:

Selain rupiah, penguatan juga tercatat pada dolar Taiwan (+0,48%), won Korea (+0,36%), peso Filipina (+0,35%), rupee India (+0,25%), yuan China (+0,08%), dan ringgit Malaysia (+0,77%).

Sebaliknya, yen Jepang melemah 0,53%, dolar Hong Kong turun 0,01%, dolar Singapura terkoreksi 0,03%, dan baht Thailand melemah 0,05%.

Direktur Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengatakan, "Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh faktor dalam dan luar negeri. Dari luar negeri, pasar masih mencermati pertemuan The Fed yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga setelah tiga kali pemotongan berturut-turut tahun lalu. Selain itu, ketegangan antara Jerome Powell dan Presiden AS Donald Trump juga menjadi sorotan investor."

Sentimen global lain yang membuat pasar waspada adalah ancaman tarif perdagangan dari Presiden Trump terhadap sejumlah sekutu AS, termasuk Korea Selatan, Kanada, dan potensi kebijakan perdagangan dengan Tiongkok.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk aktivitas kapal AS di wilayah tersebut, juga menambah kewaspadaan pelaku pasar.

Di sisi domestik, rupiah menghadapi tantangan dari kebutuhan pembiayaan utang pemerintah pada 2026, termasuk menutup defisit anggaran dan melunasi pokok utang yang jatuh tempo.

Kondisi makroekonomi yang belum stabil dan ketergantungan pada penjualan Surat Berharga Negara (SBN) membuat investor asing bersikap hati-hati dan lebih banyak menunggu.

"Investor masih memegang posisi wait and see, terutama terkait kebijakan fiskal Indonesia yang dinilai belum cukup hati-hati. Ini bisa memicu fluktuasi rupiah sepanjang hari," tambah Ibrahim.

Sejumlah analis memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif dan cenderung melemah menjelang penutupan perdagangan di kisaran Rp16.760–Rp16.790 per dolar AS.*


(bi/ad)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Ambles 6,69% di Pembukaan, MSCI Bekukan Rebalancing Saham Indonesia
Menjelang Ramadan, Pemerintah Aceh Kejar Kepastian Hunian Korban Bencana di 17 Kabupaten/Kota
Bersama Rakyat, Koperasi Merah Putih Cipinang Muara Gelar RAT 2025 untuk Perkuat Ekonomi Lokal
Bank Syariah Indonesia Luncurkan KUR 2026: Plafon hingga Rp300 Juta, Cicilan Fleksibel hingga 5 Tahun!
Kapolda Aceh Buktikan Lumpur Sisa Banjir Bisa Pulihkan Ekonomi dan Lingkungan: Jadi Media Tanam, Tanaman Tumbuh Subur!
Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp16.792 per Dolar AS
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru