ilustrasi - Suasana kios plastik, pembeli sedang memilih plastik untuk kebutuhan mereka. Harga plastik di beberapa pasar tradisional mengalami kenaikan akibat dampak konflik di Timur Tengah. Senin, 6 April 2026. (Foto: RRI/Ilyas)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Hal tersebut disampaikan Faisol saat melakukan kunjungan ke PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI) di Citeureup, Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/4/2026), guna meninjau langsung kondisi produksi dan distribusi bahan baku plastik.
"Bahan baku plastik tersedia sangat memadai di industri dalam negeri. Karena itu, kita tidak perlu khawatir," ujar Faisol dalam keterangannya.
Ia menegaskan, isu kelangkaan plastik yang beredar di masyarakat tidak berdasar dan meminta agar spekulasi tersebut dihentikan. Menurutnya, pelaku industri dapat mengandalkan pasokan dari produsen dalam negeri.
Selain itu, pemerintah juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga secara tidak wajar. Faisol mendorong industri untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku.
"Produksi dalam negeri masih sangat besar. Kalau memang kebutuhan meningkat, baru opsi impor bisa dipertimbangkan," jelasnya.
Faisol juga menekankan pentingnya menjaga kelancaran distribusi bahan baku hingga ke sektor hilir, termasuk Industri Kecil Menengah (IKM) dan UMKM, serta memastikan stabilitas harga di tengah dinamika global.
Sementara itu, pihak industri menyebut sempat terjadi gangguan pasokan bahan baku pada awal konflik di Timur Tengah. Namun, kondisi tersebut dapat segera diatasi dengan mengalihkan sumber pasokan dari negara lain.
Direktur AKPI Jimmy Tjahjanto mengatakan perusahaannya mampu menjaga produksi tetap berjalan normal dengan mengganti pemasok dari kawasan lain seperti ASEAN, China, hingga Rusia.
"Selama konflik berlangsung, kami tetap bisa beroperasi normal karena cepat beralih ke supplier lain," ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Asosiasi Biaxially Oriented Films Indonesia (ABOFI), Santoso Samudra Tan, menilai persepsi kelangkaan lebih dipicu oleh gangguan awal pasokan dan respons pasar yang berlebihan.
Ia menegaskan, dari sisi ketersediaan, bahan baku plastik masih relatif aman dan produksi industri tetap berjalan lancar.*