BREAKING NEWS
Senin, 07 September 2026

IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.833, Tekanan Datang dari Saham Big Caps

Adelia Syafitri - Jumat, 05 Juni 2026 09:47 WIB
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.833, Tekanan Datang dari Saham Big Caps
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka di zona merah pada perdagangan Jumat, 5 Juni 2026.

Pelemahan indeks komposit pagi ini dipicu tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps) seperti BBCA, BMRI, hingga BREN.

Berdasarkan data IDX Mobile pukul 09.00 WIB, IHSG melemah 0,10 persen atau turun 5,85 poin ke level 5.833,93.

Baca Juga:

Pada pembukaan perdagangan, sebanyak 209 saham melemah, 205 menguat, dan 545 saham stagnan.

Aktivitas perdagangan pagi ini mencatat volume transaksi sekitar 661 juta saham dengan nilai Rp795,4 miliar. Adapun kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp10.263 triliun.

Tekanan terhadap indeks terutama berasal dari saham-saham perbankan dan energi.

Saham Bank Central Asia (BBCA) tercatat turun 1,84 persen ke Rp5.325, Bank Mandiri (BMRI) melemah 1,26 persen ke Rp3.920, sementara Barito Renewables Energy (BREN) terkoreksi 0,25 persen ke Rp3.990.

Saham Astra International (ASII) juga turun 0,86 persen ke Rp4.590.

Di tengah pelemahan tersebut, beberapa saham justru bergerak positif.

Saham Amman Mineral Internasional (AMMN) naik 2,29 persen ke Rp3.580, Barito Pacific (BRPT) menguat 1,55 persen ke Rp1.640, dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) melonjak 3,73 persen ke Rp695.

Tim riset Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.

Indeks diproyeksikan berada pada kisaran resistance 5.900 dan support 5.700.


Dalam risetnya, analis menyebut pelemahan IHSG sebelumnya dipengaruhi meningkatnya ketidakpastian pasar dan rendahnya kepercayaan investor.

Secara teknikal, indikator MACD menunjukkan pelebaran histogram negatif, sementara Stochastic RSI membentuk death cross, yang mengindikasikan tekanan jual masih dominan.

"Pergerakan IHSG masih berpotensi fluktuatif dan menguji area support 5.700–5.800," tulis riset tersebut, Jumat (5/6/2026).

Di sisi lain, pasar modal Indonesia tengah memasuki fase transformasi struktural melalui rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai bagian dari implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) yang telah disahkan DPR.

Regulasi tersebut diharapkan memperkuat peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meningkatkan integritas transaksi, serta memperluas instrumen pasar modal.

"Dengan penguatan regulasi ini, diharapkan likuiditas pasar meningkat, tata kelola semakin transparan, dan perlindungan investor menjadi lebih kuat," demikian tertulis dalam riset sekuritas tersebut.*


(bi/ad)

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Emas Antam Hari Ini Tembus Rp2,77 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya!
Gubernur Aceh Minta Penundaan PoD I Blok Andaman, Soroti Skema FPSO dan Dampak Ekonomi Daerah
Petani Sawit Mengeluh, Bupati Asahan Turun Tangan Kumpulkan Pimpinan PKS
IHSG Ambles 1,70 Persen ke 5.839, BEI Pastikan Fundamental Emiten Masih Kuat
PKS SGAM Jelaskan Alasan Harga TBS Sawit Tidak Selalu Sama dengan Daerah Lain
Disbunnak Tanjab Timur Sidak PKS, Pastikan Harga TBS Sawit Sesuai Ketetapan Pemerintah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru