BNN Amankan 7 Tersangka dalam Penggerebekan Kampung Narkoba di Labura
LABURA Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek jaringan peredaran narkotika di Lorong 6, Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kabupaten Labuh
HUKUM DAN KRIMINAL
BITVONLINE.COM -Dalam era digital yang semakin maju, fenomena judi online menjadi sorotan utama tidak hanya karena dampak ekonominya, tetapi juga dari sisi psikologis yang mendalam. Menurut penelitian psikolog klinis Tri Iswardani, dorongan utama yang mendorong seseorang untuk terjerumus ke dalam dunia judi online adalah faktor ekonomi. Keinginan untuk mendapatkan uang dengan cepat seringkali menjadi daya tarik kuat yang sulit untuk ditolak.
Namun demikian, Tri menekankan bahwa faktor ekonomi bukanlah satu-satunya penyebab. Pengalaman awal yang menghasilkan kemenangan dalam judi bisa memicu pelepasan dopamine, neurotransmitter yang terkait dengan sensasi senang di otak. Hal ini membuat seseorang terdorong untuk terus mencari pengalaman yang sama, meskipun sering kali menghadapi kekalahan.
“Biasanya, para pelaku judi online akan diberikan kemenangan awal sebagai pancingan, untuk membuat mereka ketagihan,” ungkap Tri
Bahkan ketika seseorang mulai mengalami kekalahan secara berulang, judi online tetap memberikan ‘adrenaline rush’ yang membuatnya sulit untuk berhenti. Sensasi tegang saat menunggu hasil taruhan, apakah menang atau kalah, menjadi magnet kuat yang membuat mereka terus terjebak dalam permainan ini.
Tidak jarang, kecanduan judi online juga dapat berujung pada kecanduan substansi lainnya, seperti narkoba. Dorongan ‘adrenaline rush’ seringkali mendorong seseorang untuk begadang dan terus memantau permainan, yang pada akhirnya dapat memicu ketergantungan pada obat terlarang.
Tri menjelaskan bahwa risiko kecanduan bisa ditekan jika seseorang memiliki kontrol diri yang baik. Namun, kebanyakan pelaku judi online sering kali tidak menyadari bahwa mereka telah kecanduan atau sulit mengakui hal tersebut. Mereka cenderung ‘denial’ dan baru sadar ketika sudah terlambat, ketika masalah finansial mereka tidak terkendali lagi.
Salah satu tanda kecanduan judi online adalah perubahan perilaku yang mencolok, seperti menjadi tertutup dan menghabiskan waktu yang lama di depan layar gadget. Mereka seringkali berbohong kepada keluarga tentang kondisi finansial mereka yang buruk, dan sering kali terlibat dalam pinjaman uang yang tak terkendali.
Namun, seperti kecanduan pada umumnya, kecanduan judi online juga bisa diatasi dengan pendekatan yang tepat. Tri menyarankan untuk mengalihkan sumber kesenangan dari judi online ke aktivitas lain yang positif, yang juga dapat memicu pelepasan dopamine. Pendekatan psikologis dan, jika perlu, represif dapat diterapkan untuk membantu mereka keluar dari jeratan kecanduan ini.
“Dalam beberapa kasus, memutuskan akses internet sementara bisa menjadi langkah awal yang efektif,” kata Tri.
Penting untuk menciptakan kesadaran di masyarakat bahwa kecanduan judi online adalah masalah serius yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitar. Konfrontasi dengan cara yang baik dan lembut dapat menjadi langkah awal yang efektif untuk membantu mereka menyadari masalahnya dan mencari pertolongan profesional.
Kesadaran akan risiko kecanduan judi online perlu ditingkatkan, dan dukungan psikologis harus lebih tersedia dan dijangkau oleh mereka yang membutuhkan. Hanya dengan langkah-langkah konkret dan kolaborasi semua pihak, kita dapat melindungi masyarakat dari dampak buruk yang ditimbulkan oleh judi online.
(N/014)
LABURA Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek jaringan peredaran narkotika di Lorong 6, Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kabupaten Labuh
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara kembali menutup enam titik perlintasan liar di sejumlah daerah
NASIONAL
DELI SERDANG Aksi seorang guru ngaji bernama Halimah Tusadiyah (HT) yang membongkar dugaan lokasi transaksi narkoba di dekat Rumah Tahfi
HUKUM DAN KRIMINAL
BEIJING Gedung Putih menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap
INTERNASIONAL
JAKARTA Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengkritik jalannya persidangan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Y
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah tidak pernah meng
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Jaksa Penuntut Umum menuntut mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim dengan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan aliran dana miliaran rupiah kepada pegawai dan pejabat di Kementerian Keten
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Otoritas Malaysia menahan 26 warga negara Indonesia (WNI) dalam operasi penertiban dokumen ilegal di kawasan Glenmarie, Shah Ala
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta mengabulkan permohonan pengalihan penahanan mantan Menteri Pendidikan, Ke
HUKUM DAN KRIMINAL