Projo Klaim Jokowi Pulih 99%, PSI Langsung Beri Tanggapan Keras
JAKARTA Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus menegaskan bahwa penilaian mengenai kondisi kesehatan Presiden ke7 R
POLITIK
JAKARTA –Polres Metro Jakarta Selatan telah memeriksa isi handphone milik MAS (14), remaja yang diduga membunuh ayah dan neneknya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Berdasarkan pemeriksaan, ponsel tersebut hanya berisi foto dan video lucu-lucuan serta materi pelajaran, tanpa indikasi hal mencurigakan.
“Jadi dari kasus yang terjadi kemarin, penyidik sudah membuka isi handphone. Itu yang mungkin harus kita cari di dalamnya apa saja dan menjadi barang bukti tentunya,” ujar Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi, kepada wartawan, Rabu (4/12/2024).
AKP Nurma menjelaskan, hasil pemeriksaan menunjukkan ponsel yang sering digunakan MAS berisi konten normal, seperti foto dan video yang bersifat hiburan ringan hingga materi pembelajaran.
“Di dalamnya, di handphone, yang jelas tidak ada yang aneh. Ada foto, kemudian video-video yang lucu-lucuan saja. Jadi tidak ada yang janggal di mata penyidik,” ungkap Nurma.
Ia juga menegaskan tidak ada aplikasi atau hal lain yang mencurigakan pada ponsel tersebut. “Aplikasi yang lain-lain tidak ada. Jadi pure anak ini belajar, banyak pelajaran-pelajaran yang dibukanya setiap hari,” tambahnya.
Selain memeriksa ponsel, pihak kepolisian juga telah memanggil tiga saksi dari pihak sekolah MAS, termasuk kepala sekolah, guru bimbingan konseling (BP), dan dewan guru. Langkah ini dilakukan untuk menggali informasi mengenai keseharian MAS selama mengikuti proses belajar-mengajar di sekolahnya.
Kasus MAS yang berusia 14 tahun ini menjadi sorotan setelah ia diduga membunuh ayah dan neneknya di rumah mereka di kawasan Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Sabtu (30/11) dini hari. MAS bahkan sempat berupaya menyerang ibunya dalam kejadian tersebut.
Dugaan sementara menyebutkan bahwa tindakan keji ini dilakukan karena MAS mengalami tekanan mental akibat tuntutan akademis yang terlalu tinggi dari keluarganya. Informasi ini masih terus diselidiki oleh pihak kepolisian.
Kasus ini mengundang perhatian publik dan membuka diskusi mengenai kesehatan mental remaja, terutama dalam lingkungan yang penuh tekanan.
(N/014)
JAKARTA Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus menegaskan bahwa penilaian mengenai kondisi kesehatan Presiden ke7 R
POLITIK
LABURA Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek jaringan peredaran narkotika di Lorong 6, Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kabupaten Labuh
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara kembali menutup enam titik perlintasan liar di sejumlah daerah
NASIONAL
DELI SERDANG Aksi seorang guru ngaji bernama Halimah Tusadiyah (HT) yang membongkar dugaan lokasi transaksi narkoba di dekat Rumah Tahfi
HUKUM DAN KRIMINAL
BEIJING Gedung Putih menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap
INTERNASIONAL
JAKARTA Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengkritik jalannya persidangan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Y
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah tidak pernah meng
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Jaksa Penuntut Umum menuntut mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim dengan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan aliran dana miliaran rupiah kepada pegawai dan pejabat di Kementerian Keten
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Otoritas Malaysia menahan 26 warga negara Indonesia (WNI) dalam operasi penertiban dokumen ilegal di kawasan Glenmarie, Shah Ala
HUKUM DAN KRIMINAL