TNI Respons Film “Pesta Babi”: Jangan Benturkan Masyarakat dan Program Pemerintah
JAKARTA Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto merespons pemutaran film dokumenter Pesta Babi K
NASIONAL
ISRAEL -Harapan gencatan senjata antara Iran dan Israel pupus sudah. Di tengah pernyataan Presiden AS Donald Trump soal kesepakatan damai, militer Iran justru kembali meluncurkan serangan rudal besar-besaran ke sejumlah wilayah strategis di Israel pada Selasa pagi waktu setempat.
Beberapa lokasi penting yang menjadi sasaran rudal Iran di antaranya adalah Kota Haifa, Gurun Negev tempat situs nuklir Dimona, dan Pangkalan Udara Nevatim, yang dikenal sebagai salah satu pangkalan militer utama Israel.
Sumber-sumber media lokal dan internasional menyebutkan bahwa ledakan keras terdengar di sekitar Haifa dan Negev, menandakan bahwa beberapa rudal kemungkinan mencapai sasarannya, meski tingkat keberhasilan serangan belum dapat dikonfirmasi secara resmi hingga kini.
Trump Umumkan Gencatan Senjata, Iran Bantah Keras
Kembali meletusnya konflik bersenjata ini terjadi hanya beberapa jam setelah Donald Trump mengumumkan lewat platform Truth Social bahwa Iran dan Israel telah menyepakati gencatan senjata total. Menurut Trump, gencatan itu akan dimulai secara bertahap sejak Senin (23/6/2025) malam waktu setempat dan menjadi akhir dari "Perang 12 Hari".
Namun, pengumuman Trump itu dibantah tegas oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Aragchi. Dalam pernyataannya yang dikutip dari Al Jazeera, Aragchi menyatakan bahwa operasi militer Iran masih terus berlangsung hingga pukul 4 pagi dan merupakan bagian dari upaya membalas "agresi Israel".
"Operasi militer Angkatan Bersenjata kami untuk menghukum Israel atas agresinya berlangsung hingga menit terakhir pukul 4 pagi," tegas Aragchi.
"Bersama seluruh rakyat Iran, saya berterima kasih atas keberanian Angkatan Bersenjata kita yang terus bersiaga dan siap membela tanah air hingga tetes darah penghabisan," tambahnya.
Israel Belum Beri Tanggapan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait gelombang serangan terbaru tersebut.
Namun suara sirene dan ledakan terdengar di beberapa kota besar, termasuk Tel Aviv dan Be'er Sheva, menandakan kesiapan sistem pertahanan udara Israel, Iron Dome, kembali diuji oleh serangan rudal balistik Iran.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa aktivitas militer Israel meningkat tajam, dan unit pertahanan rudal aktif sepanjang malam. Kendati demikian, belum ada kejelasan apakah Israel akan membalas dengan serangan lanjutan atau memilih menahan diri untuk kembali membuka jalur diplomasi.
Gagalnya Diplomasi atau Propaganda Politik?
Pengamat hubungan internasional dari Middle East Institute, Dr. Hadi Falahuddin, menyebut pengumuman gencatan senjata yang disampaikan Trump berpotensi sebagai manuver politik menjelang Pemilu AS, di mana Trump berusaha menampilkan citra sebagai "juru damai".
"Tanpa konfirmasi dari kedua pihak yang bertikai, pernyataan Trump seharusnya dilihat sebagai klaim politik, bukan fakta diplomatik," ujar Dr. Hadi.
Pihak Gedung Putih sendiri belum menanggapi pernyataan lanjutan dari Iran, meskipun sebelumnya mereka mendukung penuh operasi Israel terhadap situs nuklir Iran, yang memicu eskalasi konflik pekan lalu.
Situasi Regional Memanas Kembali
Ketegangan antara Iran dan Israel telah berlangsung selama 10 hari terakhir dan menelan ratusan korban jiwa di kedua belah pihak. Serangan terhadap situs nuklir Iran oleh Israel, yang juga didukung AS, disebut sebagai pemicu utama gelombang serangan balasan Iran.
Kini, dengan serangan rudal terbaru dari Iran ke Israel, prospek perdamaian kembali memudar, dan dunia menanti apakah eskalasi ini akan memicu perang lebih luas di kawasan Timur Tengah, atau justru menjadi titik balik untuk membuka kembali jalur diplomatik.*
JAKARTA Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto merespons pemutaran film dokumenter Pesta Babi K
NASIONAL
JAKARTA Narapidana tetap memiliki hak untuk menempuh pendidikan tinggi, termasuk program magister (S2), selama menjalani masa pidana di
NASIONAL
JAKARTA Politikus PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menilai rencana Presiden ke7 RI Joko Widodo melakukan kunjungan keliling ke berba
POLITIK
KUPANG Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya penguatan ekonomi berbasis rakyat dalam pembangunan nasion
EKONOMI
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan pencabutan uji materi terhadap UndangUndang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 20
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Batu Bara terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan publik melalui
PEMERINTAHAN
LAMPUNG Kasus kecelakaan maut bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, yang menewaska
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Sejumlah pengamat politik menilai sanksi teguran keras dari Partai Gerindra terhadap Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Assidiqi be
POLITIK
PATI Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto tidak boleh tercoreng oleh pr
NASIONAL
TAPTENG Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) mengamankan seorang personel kepolisian berinisial Aipda JEB yang diduga terlibat dalam penyalahg
HUKUM DAN KRIMINAL