BREAKING NEWS
Rabu, 08 Juli 2026

Trump Sebut Gencatan Senjata dengan Iran Berakhir, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak!

Dharma - Rabu, 08 Juli 2026 17:38 WIB
Trump Sebut Gencatan Senjata dengan Iran Berakhir, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak!
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki, Rabu (8/7/2026). (foto: The White House/Yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

"Sejauh yang saya ketahui, berurusan dengan mereka hanya membuang-buang waktu."

"Mereka pembohong," kata Trump.

Trump juga menuding Iran tidak menjalankan isi kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya ditandatangani pada 17 Juni lalu.

Menurutnya, salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.

"Semua orang setuju, tidak ada senjata nuklir. Kita membuat kesepakatan. Mereka keluar, bercanda kepada pers, mereka mengatakan kita bahkan tidak pernah membicarakannya," ujar Trump.

Meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah membuat pelaku pasar merespons dengan mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Kawasan Timur Tengah, khususnya Selat Hormuz, merupakan jalur penting distribusi minyak global.

Setiap peningkatan konflik di wilayah tersebut berpotensi mengganggu pasokan energi dunia dan memicu kenaikan harga minyak di pasar internasional.

Hingga saat ini, situasi antara Amerika Serikat dan Iran masih menjadi perhatian pelaku pasar global karena berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi serta perekonomian dunia.* (d/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ketegangan Selat Hormuz Memanas, AS Cabut Izin Ekspor Minyak Iran
GREAT Institute Desak Prabowo Perkuat Diplomasi ke Iran, Usul Hadiri Pemakaman Khamenei
Menhaj Buka Peluang Biaya Haji 2027 Lebih Murah, Harga Minyak Dunia Jadi Penentu
PLN: Blackout Sumatera Telan Kerugian Rp80 Miliar
India Mulai Mengerem Impor, Ke Mana Arah Baru Ekspor Batu Bara Indonesia?
Pemprov Sumut Siapkan 3 Strategi Cegah Nelayan Masuk Perairan Malaysia
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru