Polisi Geledah Restoran dan Money Changer di Cipete Terkait Dugaan Korupsi Batu Bara
JAKARTA Sebuah restoran di Jalan Cipete Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, menjadi lokasi penggeledahan aparat kepolisian pada Rabu (8/7/2
PERISTIWA
Pakpak Bharat – H. Mutsyuhito Solin, Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Pakpak Bharat 2024, mencatatkan prestasi gemilang setelah meraih 17.690 suara dalam Pilkada Kabupaten Pakpak Bharat 2024. Pasangan calon bupati dan wakil bupati yang diusungnya, bersama Franc Bernhard Tumanggor, dipastikan akan dilantik oleh Presiden Prabowo pada 6 Februari 2025 sebagai bagian dari 19 pasangan kepala daerah di Sumatera Utara.
Lahir di Sidikalang pada 6 Oktober 1958, pria berusia 66 tahun ini memiliki seorang istri, Prof. Dr. Hj. Sri Minda Murni, M.S., dan dikaruniai empat anak. Sebelum terjun ke dunia politik, H. Mutsyuhito Solin dikenal sebagai akademisi berpengalaman, di mana ia pernah menjadi dosen di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Medan (UNIMED) pada 1985 hingga 2020. Selain itu, beliau juga aktif sebagai konsultan pendidikan di Sumatera Utara.
Riwayat pendidikan H. Mutsyuhito Solin dimulai dari SD Negeri 3 Sidikalang, SMP Aisyiyah Sidikalang, hingga SMEA Dwi Warna Medan. Selanjutnya, ia melanjutkan studi ke IKIP Medan, meraih gelar Sarjana Muda pada 1981, Sarjana pada 1984, Magister di IKIP Jakarta pada 1992, dan gelar Doktor dari UNJ pada 2004.
Karier H. Mutsyuhito Solin tidak hanya terbatas pada pendidikan, namun juga mencakup berbagai organisasi dan jabatan penting. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Lembaga Adat Sulang Silima Marga Solin (2019), Ketua Bidang Korpri Sumut (2012-2017), dan Ketua Dewan Pendidikan Kota Medan (2002-2012).
Berbagai pengalaman tersebut membawa beliau menjadi sosok yang dipercaya masyarakat Pakpak Bharat untuk mendampingi Franc Bernhard Tumanggor dalam memimpin daerah ini. Berdasarkan laporan harta kekayaan yang terdaftar di elhkpn.kpk.go.id, H. Mutsyuhito Solin tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 3.991.000.000 setelah dikurangi utang sebesar Rp 200.000.000.
Harta tersebut terdiri dari tanah dan bangunan yang bernilai Rp 3.490.000.000, alat transportasi berupa dua mobil dengan total nilai Rp 365.000.000, serta kas dan setara kas sejumlah Rp 336.000.000. Harta lainnya, seperti surat berharga, tidak tercantum dalam laporan tersebut. Berikut adalah rincian harta kekayaan H. Mutsyuhito Solin:
Tanah dan Bangunan:
Tanah dan Bangunan di Kota Medan: Rp 1.260.000.000
Tanah dan Bangunan di Kota Medan: Rp 500.000.000
Tanah di Deli Serdang: Rp 120.000.000
Tanah di Deli Serdang: Rp 120.000.000
Tanah dan Bangunan di Kota Medan: Rp 400.000.000
Tanah di Dairi (warisan): Rp 200.000.000
Tanah di Dairi (warisan): Rp 250.000.000
Tanah di Pakpak Bharat (warisan): Rp 240.000.000
Tanah di Dairi: Rp 150.000.000
Tanah di Kota Medan (warisan): Rp 250.000.000
Alat Transportasi:
Mobil Toyota Kijang Innova Mini Bus (2015): Rp 230.000.000
Mobil Toyota Vios Mini Bus (2012): Rp 135.000.000
Kas dan Setara Kas:
Kas: Rp 336.000.000
Mutsyuhito Solin mengungkapkan bahwa harta kekayaan tersebut merupakan hasil usaha dan kerja keras sepanjang hidupnya.(trbn)
(christie)
JAKARTA Sebuah restoran di Jalan Cipete Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, menjadi lokasi penggeledahan aparat kepolisian pada Rabu (8/7/2
PERISTIWA
KUTAI KARTANEGARA PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menerima kunjungan kerja Danantara Asset Management (DAM) ke Lapangan Senipah Peciko S
EKONOMI
BANGKA BELITUNG PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera (PT BBBS) memberikan penjelasan terkait polemik pemindahan slag atau limbah terak tima
EKONOMI
JAKARTA Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menegaskan posisi partainya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subia
POLITIK
MEDAN Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu yang dikirim melalui jalur d
HUKUM DAN KRIMINAL
LANGKAT Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, Ilhamsyah Bangun, mengungkapkan dirinya sempat diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan secara resmi melaporkan Wali Kota Medan dan Bupati Deli Serdang ke Ombudsman Republik Indonesia
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari bertambahnya gedung, j
PEMERINTAHAN
DELI SERDANG Pemerintah Kabupaten Deli Serdang merespons laporan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan yang mengadukan Bupati Deli Serdang k
PEMERINTAHAN
LANGKAT Misteri mengenai 55 lempengan logam berwarna putih yang disebutsebut sebagai platinum dan diamankan Komisi Pemberantasan Korups
HUKUM DAN KRIMINAL