Penambahan delapan korban berasal dari Aceh, sehingga total korban meninggal dunia kini mencapai 1.198 jiwa, Sabtu (17/1/2026).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan jumlah korban meninggal terbanyak berada di Aceh dengan 559 jiwa, disusul Sumatera Utara 375 jiwa, dan Sumatera Barat 264 jiwa.
Korban hilang juga naik menjadi 144 orang dari sebelumnya 141 orang.
Jumlah penduduk terdampak yang masih berada di lokasi pengungsian meningkat menjadi 166.579 jiwa, dari sebelumnya 131.521 jiwa.
Untuk percepatan pemulihan, pemerintah melakukan pembangunan hunian sementara (huntara), pembersihan akses jalan dan jembatan, serta perbaikan permukiman terdampak.
Di Kabupaten Aceh Utara, Satgas Yonzipur 5/ABW melakukan pemasangan jembatan darurat, sementara TNI dan Polri membersihkan fasilitas publik.
Upaya perbaikan jaringan air bersih di Kabupaten Bener Meriah sudah mencapai 80 persen.
Abdul Muhari menegaskan, BNPB terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat agar penanganan bencana berjalan efektif dan berkelanjutan.
"Dengan sinergi yang solid, percepatan pemulihan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan hunian layak diharapkan mampu mengembalikan kehidupan masyarakat terdampak secara bertahap menuju kondisi yang lebih aman dan tangguh menghadapi risiko bencana," ujarnya.*
(k/dh)
Editor
: Adam
Korban Banjir Sumatera Bertambah Jadi 1.198 Jiwa, Pemerintah Percepat Pemulihan