BREAKING NEWS
Senin, 20 April 2026

Kepala BGN Sebut Rata-rata IQ Penduduk Indonesia 78, MBG Diarahkan Jadi Solusi Intervensi Gizi Sejak Dini untuk Cegah Stunting

Dharma - Senin, 20 April 2026 11:14 WIB
Kepala BGN Sebut Rata-rata IQ Penduduk Indonesia 78, MBG Diarahkan Jadi Solusi Intervensi Gizi Sejak Dini untuk Cegah Stunting
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. (foto: tangkapan layar yt setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MAGELANG — Kepala Badan gizi/" target="_blank">Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan pemerintah tengah menjalankan intervensi gizi secara menyeluruh melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program ini difokuskan pada dua fase utama, yakni 1.000 hari pertama kehidupan dan masa usia sekolah.

Dadan menyebut kedua fase tersebut menentukan kualitas tumbuh kembang anak, baik dari sisi kecerdasan maupun fisik.

Baca Juga:

Ia berharap intervensi sejak dini dapat menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

"Kita harapkan dengan program ini stunting-nya bisa dicegah, karena rata-rata IQ Indonesia sekarang 78 kita dengan harapan dengan hadirnya program ini nanti 10 tahun 15 tahun ke depan yang lahir hari ini, 20 tahun kemudian akan jadi tenaga kerja produktif itu sudah tidak stunting, dan tinggi badannya naik karena kita intervensi dari sekarang," ujar Dadan dalam kegiatan Retret Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Magelang, Sabtu (18/4/2026).

Dalam keterangannya, Senin (20/4/2026), Dadan mengatakan program MBG berangkat dari perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang masih tinggi.

Menurut dia, tantangan utama bukan sekadar jumlah penduduk, tetapi kualitas generasi yang dihasilkan.

"Indonesia masih tumbuh sekitar tiga juta orang per tahun. Persoalannya bukan hanya pertumbuhan, tapi kualitas dari pertumbuhan itu," kata dia.

Dadan juga menyoroti rata-rata lama pendidikan masyarakat Indonesia yang masih sekitar sembilan tahun.

Kondisi ini, menurutnya, berkaitan dengan rendahnya akses terhadap makanan bergizi di sejumlah kelompok masyarakat.

Ia menyebut sekitar 60 persen anak Indonesia belum memiliki akses terhadap makanan bergizi seimbang, termasuk konsumsi susu yang masih rendah.

"Banyak anak lahir dari orang tua dengan pendidikan rendah, sehingga tidak heran jika akses gizi juga terbatas," ujarnya.

Selain aspek kesehatan dan pendidikan, Dadan menilai program MBG juga berdampak pada ekonomi daerah.

Hingga saat ini, program tersebut disebut telah menjangkau seluruh Indonesia melalui sekitar 27.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan gizi/" target="_blank">Gizi (SPPG).

Total anggaran yang telah terserap mencapai sekitar Rp60 triliun yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dan ikut menggerakkan ekonomi lokal.

"Anggaran itu sudah tersebar dan menggerakkan ekonomi di berbagai daerah, termasuk di tingkat desa," kata Dadan.

Program MBG menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia jangka panjang.*


(km/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga LPG Nonsubsidi Resmi Naik! Tabung 12 Kg di Sejumlah Wilayah Tembus Rp285 Ribu, Ini Daftar Terbarunya di Seluruh Daerah
Jaksa Agung ST Burhanuddin: Kalau Hanya Kesalahan Administratif, Kades Tak Boleh Langsung Jadi Tersangka
KPK Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program MBG Rp171 Triliun!
Indonesia Setop Impor Solar Mulai Juli 2026, Mentan: Sawit Energi Masa Depan
Inflasi Pengamat Ada Benarnya
Wagub Sumut Ajak KAKAMMI Jadi Pelopor Pencegahan Narkoba di Kalangan Muda
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru