Juru Bicara Kementerian Haji (Kemenhaj), Ichsan Marsha, menyampaikan jemaah yang wafat merupakan anggota kloter SOC-3 asal Solo, bernama Rodiyah (68).
"Innalillahi wa innailaihi rojiun. Kami menyampaikan duka cita atas wafatnya satu jemaah haji di Madinah akibat serangan jantung," ujar Ichsan dalam konferensi pers, Jumat (24/4/2026).
Pemerintah memastikan seluruh hak almarhumah akan dipenuhi, termasuk pelaksanaan badal haji.
"PPIH menjamin badal haji bagi jemaah yang wafat. Semoga almarhumah husnul khatimah," lanjutnya.
Selain itu, kondisi kesehatan jemaah haji di Madinah terus dipantau secara intensif. Data terbaru mencatat sebanyak 93 jemaah menjalani rawat jalan, 2 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 1 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).
Ichsan menegaskan, pemerintah memberi perhatian serius terhadap aspek kesehatan jemaah agar ibadah dapat berjalan aman dan lancar.
"Kami terus memperkuat layanan kesehatan. Setiap laporan menjadi dasar evaluasi untuk memastikan jemaah tetap dalam kondisi prima," ujarnya.
Cuaca di Madinah yang cukup panas menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi jemaah lanjut usia. Suhu udara dilaporkan mencapai 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan rendah.
"Kami mengimbau jemaah untuk menjaga stamina, memperbanyak minum, dan mengikuti arahan petugas," kata Ichsan.
Sementara itu, proses pemberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2026 berjalan sesuai jadwal. Hingga hari keempat, sebanyak 40 kelompok terbang (kloter) dengan total 15.349 jemaah telah diberangkatkan ke Arab Saudi.
Dari jumlah tersebut, 9.884 jemaah dalam 25 kloter telah tiba dengan selamat di Madinah.