BREAKING NEWS
Kamis, 14 Mei 2026

Menag Nasaruddin Tegaskan Pesantren Harus Jadi Tempat Aman bagi Anak, Tolak Segala Bentuk Kekerasan

Nurul - Kamis, 14 Mei 2026 07:40 WIB
Menag Nasaruddin Tegaskan Pesantren Harus Jadi Tempat Aman bagi Anak, Tolak Segala Bentuk Kekerasan
Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Foto: CNN Indonesia/Ryan Hadi Suhendra)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pesantren harus menjadi ruang paling aman bagi anak untuk belajar, tumbuh, dan hidup bermartabat tanpa kekerasan fisik maupun seksual.

Pernyataan itu disampaikan Nasaruddin dalam kegiatan Strategi Komunikasi Pesantren Ramah Anak di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

"Pesantren harus menjadi ruang paling aman bagi anak untuk belajar, tumbuh, dan hidup bermartabat," ujar Nasaruddin.

Baca Juga:

Menurutnya, persoalan kekerasan di lingkungan pendidikan Islam tidak bisa diselesaikan hanya dengan langkah jangka pendek. Ia menilai akar persoalan berkaitan erat dengan budaya relasi kuasa yang masih kuat di lingkungan pendidikan.

Nasaruddin menegaskan relasi kuasa yang timpang dapat membuka ruang penyalahgunaan jika tidak dibatasi aturan yang jelas.

"Tata tertib jangan hanya mengatur santri, tetapi juga pengelola pondok. Relasi kuasa seperti ini harus dibatasi dengan aturan yang jelas," katanya.

Ia juga menekankan tidak boleh ada toleransi terhadap segala bentuk kekerasan fisik maupun seksual di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan Islam.

Selain itu, Menag mendorong adanya standar yang jelas terkait tata kelola pesantren, termasuk kapasitas pengelola dan figur kiai.

"Kita perlu mendefinisikan secara tegas apa itu pondok pesantren, apa itu kiai, dan apa saja persyaratannya," ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan lembaga, di antaranya Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, Majelis Masyayikh, MUI, akademisi, hingga perwakilan pondok pesantren.

Dalam kesempatan yang sama, Alissa menilai persoalan kekerasan di pesantren tidak cukup diselesaikan secara reaktif. Menurutnya, perubahan mendasar harus menyentuh budaya relasi kuasa yang selama ini berkembang di masyarakat.

Pemerintah berharap penguatan tata kelola dan kolaborasi lintas sektor dapat memperkuat perlindungan anak di lingkungan pesantren.*

(k/dh)

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Apresiasi Peran Pesantren Cetak Generasi Berakhlak Mulia dan Bermanfaat bagi Masyarakat
Gus Ipul Kecam Keras Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Pati, Tekankan Perlindungan Menyeluruh bagi Santri
Pendiri Ponpes di Pati Ditangkap, Polisi Ungkap Korban Dicabuli hingga 10 Kali dalam 4 Tahun
Menag Siapkan Aturan Ketat di Pesantren Usai Marak Kasus Pelecehan, Pengawasan Bakal Diperkuat
Buron Kasus Pelecehan Santriwati, Pendiri Ponpes di Pati Ditangkap di Wonogiri
Pendiri Ponpes di Pati yang Diduga Cabuli hingga 50 Santriwati Akhirnya Ditangkap!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru