BTN Dukung Swasembada Papan 2045, Dorong Akses Hunian untuk MBR
JAKARTA PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan dukungan terhadap gagasan besar Swasembada Papan 2045 yang dinilai sebaga
EKONOMI
JAKARTA – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI meyakini Rancangan Undang-Undang (RUU) Satu Data Indonesia dapat menjadi solusi untuk mengatasi persoalan bantuan sosial (bansos) yang selama ini kerap tidak tepat sasaran.
Wakil Ketua Baleg DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, menilai Indonesia masih menghadapi kendala besar dalam pengelolaan data nasional yang terfragmentasi. Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak langsung pada efektivitas berbagai program pemerintah.
"Kita bersyukur setelah 80 tahun ini, kita sekarang sedang berupaya untuk membangun sebuah sistem bagaimana data-data yang selama ini kita miliki itu bisa terintegrasi," kata Doli, Minggu (24/5/2026).Baca Juga:
Ia mencontohkan, masalah paling sering terjadi terlihat dalam penyaluran bantuan sosial, di mana masih banyak warga yang merasa berhak menerima bantuan namun tidak terdata, sementara di sisi lain terdapat penerima yang tidak sesuai kriteria.
"Contoh yang paling konkret adalah ketika kita menghadapi bantuan sosial, itu selalu ada masalah," ujarnya.
Selain bansos, Doli juga menyebut persoalan data kerap muncul dalam pelaksanaan pemilu maupun pilkada. Karena itu, ia mendorong agar RUU Satu Data Indonesia segera disahkan untuk membangun basis data kependudukan yang lebih terintegrasi.
"Dengan adanya Undang-Undang Satu Data Indonesia ini, kita sudah punya sistem database kependudukan yang lebih sistematis," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya lembaga khusus yang bertanggung jawab dalam pengelolaan data nasional agar sinkronisasi data pusat dan daerah berjalan optimal.
Senada, Anggota Baleg DPR RI Firman Soebagyo menilai perbedaan data antara pemerintah pusat dan daerah menjadi salah satu penyebab utama tidak tepatnya sasaran bansos.
"Kadang data dari pusat dengan data di daerah itu berbeda," ujarnya.
Firman berharap dengan adanya penyelarasan data nasional, penyaluran bantuan sosial ke depan dapat lebih akurat dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
"Sehingga mereka yang berhak akan tepat sasaran," pungkasnya.*
JAKARTA PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan dukungan terhadap gagasan besar Swasembada Papan 2045 yang dinilai sebaga
EKONOMI
BANDA ACEH SMAN 7 Banda Aceh menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional setelah berhasil memborong lima medali emas, tiga
PENDIDIKAN
TELUK PANJI Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang secara resmi menutup pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur&039an (MTQ) da
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, menegaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini t
POLITIK
JAKARTA Nilai tukar rupiah diproyeksikan masih akan bertahan di kisaran Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dalam jangka pendek. Tek
EKONOMI
MEDAN PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik di wilayah Sumatera Utara (Sumut) telah kembali normal 100 persen setelah sebelumnya t
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan empat tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola izin usaha pertambangan (IUP)
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo kembali menyinggung adanya praktik deep state atau negara dalam negara di lingkung
POLITIK
JAKARTA Badan Legislasi (Baleg) DPR RI meyakini Rancangan UndangUndang (RUU) Satu Data Indonesia dapat menjadi solusi untuk mengatasi p
NASIONAL
KEBUMEN Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan ikatan personalnya dengan Kabupaten Kebumen saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan Bu
NASIONAL